"Ini masih diproses. Sebagian daerah habis, sebagian masih ada. Kita juga meneliti anggaran program koordinasi masih ada atau tidak. Kalau bisa digunakan untuk verifikasi faktual," ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Husni Kamil Manik, kepada wartawan di Kantor KPU di Jl Imam Bonjol, Jakarta, Kamis (6/12/2012).
Verifikasi di tingkat kabupaten/kota, menurut Husni, memerlukan waktu dan biaya tinggi. Sementara dana yang dianggarkan oleh DPR sebesar Rp 20 miliar dipergunakan untuk keseluruhan proses verifikasi dan mulai menipis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada kendala lain yang dihadapi KPU, yakni kesiapan parpol. Jika verifikasi faktual tambahan ini molor maka bisa berdampak pada jadwal rangkaian Pemilu 2014.
"Kesiapan parpol kalau mereka siap jadwal bisa diselenggarakan. Kalau tidak siap akan menjadi problem tersendiri. Mereka masih memiliki anggaran di pos lain, sementara kita merelokasi anggaran 2012. Kita minta kebijakan merevisi," tandasnya.
(van/nrl)











































