Dalam pertemuan tersebut, Aceng mengatakan kasus perceraiaannya dengan Fany cukup membuat terganggu. Dia pun ingin agar kasus tersebut bisa diselesaikan secara baik-baik.
"Ini tidak ada untungnya. Kalau kita terus menerus persoalkan siapa yang paling benar, maka tidak akan ada penyelesaian. Saya sengaja datang ke sini semata-mata ingin menyampaikan persoalan ini sebaik-baiknya. Kejadian ini juga agar tidak menjadi bulan-bulanan media. Maka dari itu dengan ucapan permohonan maaf, atas nama saya pribadi dan keluarga, khususnya kepada Fany, orang tua dan semua warga Garut, maka dari itu saya mengucapkan permohonan maaf," ujar Aceng saat pertemuan dengan Fany di Pesantren Al Fadilah di Desa Duwung Siru, Limbangan Garut, Jawa Barat, Rabu (5/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Manusia tidak lepas dari khilaf, alpa, dosa dan kesalahan. Kedua, mudah-mudahan islah ini tidak berlanjut jadi persoalan lagi. Tidak jadi pemutus tali silaturrahmi karena islah adalah mengurai benang yang kusut, mencairkan yang beku, menghubungkan tali yang putus, itu adalah islah. Kalau kemarin ada benang kusut, mari kita urai. Ada yang beku, mari kita cairkan. Ada yang putus mari kita sambungkan. Mari anggap semuanya tidak terjadi apa-apa, seperti biasa lagi, saling tegur sapa, sehingga tidak ada distorsi lagi," ucapnya.
(jor/ndr)
