Sikap Aceng yang memilih 'selingkuh' dengan Golkar setelah sukses di Pilbup Garut sebagai calon independen membuat masyarakat memandang miring calon independen. Syamsuddin menebak, manuver politik Aceng tersebut dilakukan untuk mencari aman.
"Tentu menjadi preseden buruk. Iya semestinya awalnya independen ya tetap independenlah. Tidak pindah ke partai politik. (Pindah ke parpol) Itu kan untuk menyelamatkan diri dari DPRD," kata Syamsuddin saat berbincang dengan detikcom, Rabu (5/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira itu personal ya, sebenarnya tidak terkait dengan calon independen. Tapi memang moralitas bupatinya yang kurang baik membuat masyarakat kecewa," katanya.
Pandangan senada disampaiakan anggota Komisi II DPR dari Gokar Nurul Arifin. Menurut Nurul, perilaku Aceng menjadi contoh buruk. Masyarakat bisa melihat calon independen tak menjamin sebersih angin surga.
"Ya sangat miris. Kalau saya melihat Aceng ini kan independen calon instan, jadi seperti orang kagetan. Merasa kekuasaan bisa membeli apapun yang dia inginkan. Ini preseden yang buruk," kata jubir Beringin ini.
Setali tiga uang, Wakil Sekretaris DPD Golkar Jabar Pulihono mengamini. "Menurut saya sih mau independen atau parpol itu kan jalurnya saja. Kalau orangnya sih sama saja," kata Pulihono.
(van/nrl)











































