Ketegasan Ahok ini disampaikan dalam rapat bersama jajaran Dinas Pajak DKI dan sejumlah bank swasta di Balai Kota, Selasa (4/12) kemarin. Isi rapat disiarkan secara terbuka lewat video yang diunggah di YouTube.
Di awal rapat, Ahok menjelaskan soal sistem pajak online yang harus diambil dari restoran, hiburan, hotel dan parkir. Caranya, lewat kerjasama dengan bank swasta dan milik Pemprov DKI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dia tidak mau, berarti dia itikadnya tidak baik. Orang itu tidak mau membantu DKI. Cabut saja izinnya," ujar Ahok.
Meski begitu, Ahok merasa resistensi dari kalangan dunia usaha masih dalam tahap wajar. Yang dia khawatirkan, hambatan dari kalangan Dinas Pajak sendiri.
"Yang penting jangan pihak kita sendiri yang menghambat program ini. Kalau Pak Iwan (Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI Iwan Setiawandi) menghambat kami ganti, jujur aja, kami ganti," tegas Ahok.
Soal pajak online ini memang sesuai dengan program Gubernur Jokowi usai bertemu dengan pihak KPK. Sistem online bisa mencegah praktik korupsi dan penggelapan pajak.
(mad/nwk)











































