"Sarananya saja bisa namun infrastruktur kita enggak mampu sendirian. Biayanya besar. Oleh karena itu memang harus bekerja sama dengan Jepang," kata direktur keuangan dan administrasi PT INKA, Bambang Soendjaswono kepada wartawan di sela-sela kunjungan Kemenko Polhukam bersama wartawan ke PT INKA, Madiun, Jawa Timur, Rabu (5/12/2012)
Bambang mengatakan, bila keretanya terbuat dari stainless steel seperti KRL, INKA bisa membuatnya. Saat ini Indonesia khususnya Jakarta memang harus cepat merealisasikan pembangunan MRT dan Monorel. Karena saat ini angkutan perkotaan di Jakarta sudah tidak dapat membantu menghapus kemacetan di Jakarta.
"Solusi angkutan perkotaan sangat mendesak. Monorel dan MRT segera di realisasikan. Karena Busway tidak dapat menyelesaikan tranformasi kemacetan secara cepat," ujarnya.
Bambang juga menjelaskan perbedaan MRT dan Monorel. Menurutnya, soal tekhnologi sama. Namun untuk kapasitas dari kereta cepat itu memang berbeda. "Gerbong MRT lebih banyak," imbuhnya. (spt/nwk)











































