Wartawan Gadungan Komplotan Pembobol ATM di Karawaci Ditangkap

Wartawan Gadungan Komplotan Pembobol ATM di Karawaci Ditangkap

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 05 Des 2012 13:48 WIB
Jakarta - Komplotan pembobol mesin ATM ditangkap aparat Polsek Karawaci. Salah satu tersangka bernama Mizwan mengaku sebagai wartawan Metro One.

"Dari tersangka Mizwan, kita menyita satu buah kartu pers 'Metro One'," kata Kapolsek Karawaci Kompol Priyo Utomo kepada detikcom, Rabu (5/12/2012).

Priyo mengatakan, Mizwan ditangkap di Kompleks Pemda Tangerang, pada Selasa 4 Desember malam.
Mizwan dibekuk setelah polisi menangkap tersangka Ahran dan Deni.

"Ahran Sukaidi alias Fran ditangkap di Pasar Kemis. Dari keterangan dia menyebut nama Deni, lalu kita kembangkan sehingga ditangkap tersangka Deni di RS Anisa Jatiuwung dan dikembangkan ke Pemda Tigaraksa dan berhasil ditangkap pelaku atas nama Mizwan," jelas Priyo.

Para pelaku, lanjut Priyo membobol rekening korban dengan cara mengganjal mesin ATM sehingga seolah-olah kartu ATM korban tertelan. Tujuan pelaku agar mereka bisa mendapatkan nomor PIN ATM korban, sehingga pelaku bisa menguras rekening korban dengan menggunakan kartu ATM lain.

"Dalam keadaan panik karena ATM tidak keluar-keluar, korban akan menghubungi call center bank yang tertera di mesin padahal palsu," ujar dia.

Tersangka memang memasang stiker yang mirip dengan stiker call center asli dari bank di mesin ATM. "Padahal stiker itu adalah tempelan korban," kata dia.

Dengan begitu, tersangka berkeyakinan bahwa korban akan menghubungi nomor call center palsu tersebut. Sehingga pelaku bisa memandu dan mengarahkan korban melalui saluran telepon. Dengan demikian, korban akan menuruti perintah pelaku.

"Pelaku memandu korban untuk menyebutkan nomor PIN-nya. Nomor PIN ini digunakan agar pelaku dapat bertransaksi di ATM dengan menggunakan kartu ATM lainnya dan pelaku pun berhasil mengumpulkan uang," ulasnya.

"Tersangka memperoleh kartu ATM lain dari temannya yang pernah melakukan kejahatan serupa," ujar dia.

Priyo melanjutkan, pihaknya saat ini masih mendalami keterangan tersangka. Menuturnya, tersangka telah melakukan aksinya sebanyak 5 kali lebih. "Terakhir mereka beraksi di Pondok Gede tanggal 1 Desember," katanya.

(mei/aan)


Berita Terkait