Sheila dan 30 temannya dengan ceria bergabung bersama para pendemo di depan kantor Pemkab Garut, Jalan Pembangunan, Garut, Jawa Barat, Rabu (5/12/2012).
Mereka berjalan kaki ke tempat unjuk rasa yang hanya berjarak 500 meter dari sekolah mereka, SD Islam Terpadu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kehadiran Sheila dan teman-temannya disambut hangat ratusan pendemo yang telah beraksi dari pagi hari.
"Ayo Dik sini (bergabung)," ajak seorang orator yang berada di atas mobil sound system.
Sheila dan temannya, Junjun, menghampiri dan ikutan naik ke atas mobil itu.
"Pasti kecewa ya dengan Bupati Garut?" tanya pendemo itu.
"Iya...bupati turun saja," jawab Sheila yang memakai kerudung warna hijau itu.
"Ada yang mau disampaikan tidak ke Pak Bupati?" kata si pendemo itu lagi.
Sheila kemudian dengan lantang mengecam tindakan Bupati Aceng.
"Kita kan cewek, masa bupati nikahin cewek cuma 4 hari," kata Shela dengan mimik serius dan sambil mengepalkan tangan.
Pendemo pun tertawa mendengar orasi Sheila.
"Tuh Pak Bupati, anak SD saja tahu kelakuan Bapak bejat," sahut para pendemo.
Sheila dan teman-temannya lalu berteriak "Bupati mundur...bupati mundur."
Shela dan Junjun selanjutnya diarak ke luar barisan pendemo dan mereka tetap mengikuti aksi ini di barisan belakang.
Shela mengaku kecewa dengan ulah Bupati Aceng.
Selama bupati menjabat dapat kartu pintar tidak? "Di sini mah nggak ada (kartu pintar), boro-boro bangunan. Sekolah saja nggak pernah dicat," protes Sheila.
(aan/mad)











































