"Jenazah atas nama Diego Mendieta masih ada di sini. Kami tidak diberitahu hingga kapan. Instruksi dari pimpinan kami tetap diperintahkan melakukan perawatan seperti jenazah-jenazah lainnya yang berada di kamar jenazah," ujar Nurul, salah satu petugas di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal Dr Moewardi Solo.
Ditegaskannya bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima surat-surat pengurusan pengambilan jenazah atas nama Diego Mendieta dari pihak manapun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau sampai tadi malam memang teman-teman almarhum sesama pemain bola masih ada yang berdatangan, tetapi pagi sampai siang ini kami belum melihat," lanjut Nurul.
Mendieta meninggal dunia di RS dr. Moewardi, Solo, pada Senin kemarin pukul 23.30 WIB karena sakit. Menurut keterangan dokter, ia terinfeksi virus yang telah menyebar ke seluruh bagian tubuh, bahkan hingga ke bagian mata dan otaknya. Ia juga terserang jamur candidiasis di bagian tenggorokan hingga saluran pencernaan, serta positif menderita demam berdarah.
Selain sakit parah, pesepakbola berusia 32 tahun itu mengalami tekanan psikis. Gajinya lebih dari Rp 100 juta tak dibayar. Ia sempat mengalami kesulitan hidup. Apalagi setelah klubnya, Persis Solo, bubar. Eks striker Persis ini meninggalkan seorang istri dan 3 anak di Paraguay.
(mbr/try)











































