"Analisa saya senjata yang digunakan pelaku adalah senjata bohongan, jika dipikir secara logika kenapa pada saat beraksi kawanan pelaku tidak mengeluarkan tembakan, malah menggunakan senjata tajam," ujar Kapolsek Duren Sawit, Kompol Imran Gultom saat dihubungi detikcom, Selasa (4/11/2012) malam.
Menurut Imran ada yang ganjil dalam aksi perampokan tersebut pasalnya ketika pelaku membawa senjata api seharus pelaku bisa melancarkan aksi ketika korban dalam perjalanan ke rumahnya.
"Sementara kalau dia menggunakan pistol seharusnya pistol digunakan pelaku dari awal ketika korban melakukan perjalanan dari bank sehingga aksi dia tidak dapat ketahuan, tetapi ini para pelaku malah menjalankan aksinya di depan rumah korban," ujarnya
Imran menjelaskan dari pemeriksaan sementara korban mengaku hanya ditodong oleh pelaku dengan menggunakan senjata api. Menurutnya pelaku menggunakan senjata api untuk menakuti korban.
"Dari pengakuan korban, pelaku menodongkan senjata sembari mengertak dirinya," jelasnya
Seperti diberitakan sebelumnya nasib malang menimpa Hadi Haryadi (63). Dirinya harus menjadi korban perampokan didepan rumahnya sendiri. Uang Rp 50 juta miliknya dibawa kabur oleh kawanan perampok.
(edo/ega)











































