Pembakar Ban di Bali: Emosi Lihat Quick Count di TV Mega Kalah
Selasa, 21 Sep 2004 11:37 WIB
Denpasar - Gung Amir yang disangka sebagai otak pembakaran ban di Bali mengaku terbakar emosinya saat melihat quick count suara Pilpres putaran dua di televisi menyebutkan jagoannya Mega kalah."Saya kecewa setelah melihat quick count di televisi, Mega kalah. Saya tambah emosi pas tahu Mega kalah di Dalung. Padahal daerah itu kan basis pendukung Mega."Demikian ungkap Gung Amir dengan blak-blakan saat ditemui wartawan di Mapoltabes Denpasar jalan Gunung Sangyang Denpasar, Selasa (21/9/2004).Gung Amir bernama lengkap Anak Agung Ketut Adi (28) warga Kerobokan. Dia ditangkap bersama Ifan Xius (24) warga Dalung yang disangka sebagai pembakar ban.Keduanya dan 8 rekannya membakar ban di bundaran perempatan kawasan Perumahan Dalung Permai Kuta Utara Badung Bali, persisnya di depan Posko Mega-Hasyim, pukul 19.30 WITA, Senin 20 September 2004. Delapan rekannya itu masih dalam pengejaran."Saya akui Mega menang di Bali. Tapi karena basisnya di sana (Dalung) Mega kalah, kita jadi kecewa sesaat," tukas Gung Amir.Wakapoltabes Denpasar AKBP Dewa Parsana membenarkan, menurut pengakuan Gung Amir, aksi bakar ban dilakukan setelah melihat hasil perhitungan suara di televisi kalau kandidatnya kalah."Tapi prinsipnya, kita tidak mau ambil risiko sekecil apapun. Orang-orang yang ingin mengganggu keamanan Pilpres akan kami ambil tindakan tegas," tandasnya.
(sss/)











































