Selasa (4/12/2012) siang, tidak kurang dari 30 suporter dari Pasoepati berada di depan instalasi forensik dan ruang jenasah RS dr Moewardi di Jalan Kolonel Soetarto, Solo. Mereka hanya duduk-duduk bergerombol di beberapa tempat di depan ruangan. Tidak ada aktivitas apapun, hanya berbincang sesama temannya.
Mereka memberikan simpati atas meninggalnya Mendeita, eks pemain Persis Solo akibat sakit. "Ini wujud kami mendukung Diego yang telah ikut membela Persis. Kami simpati dengan nasibnya, apalagi kondisi terakhirnya kurang menyenangkan," ujar Fery, salah seorang suporter yang ikut menunggui Mendieta di rumah sakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama di Solo, pemain yang pernah merumput di Persitara Jakarta Utara ini tinggal di sebuah kontrakan. Ia mengaku gajinya lebih dari Rp 100 juta belum dibayar, sementara klub terakhirnya, Persis Solo, bubar pada awal 2011 lalu.
Mendieta meninggal di Rumah Sakit dr Moewardi Solo pada pukul 23.30 WIB, Senin (3/12/2012). Awalnya dia diduga terserang tifus, tapi berdasarkan diagnosa medis, pesepakbola berusia 32 tahun tersebut terkena infeksi virus di otak dan mengalami tekanan psikis.
(/)










































