Pesepakbola Meninggal, Dokter: Mendieta Kena Infeksi Virus, Bukan Tifus

Pesepakbola Meninggal, Dokter: Mendieta Kena Infeksi Virus, Bukan Tifus

- detikNews
Selasa, 04 Des 2012 11:35 WIB
Pesepakbola Meninggal, Dokter: Mendieta Kena Infeksi Virus, Bukan Tifus
Solo - Dokter yang menangani Diego Mendieta mengatakan, pemain bola asal Paraguay tersebut terserang virus hingga otaknya. Sebelumnya, eks striker Persis Solo itu diduga sakit tifus.

Ketua tim yang menangani Mendieta, Prof Dr dr H Ahmad Guntur Hermawan SpPD-KPTI, FINASIM, memaparkan pasiennya itu masuk ke RS dr Moewardi pada 27 November lalu sudah dalam kondisi sangat lemah setelah sebelumnya dirawat di dua rumah sakit lain dan di rumah kontrakannya. Saat itu, kata Guntur, berat badan Mendieta sudah turun lebih dari 10 kg jika dibanding berat pasien ketika masih sehat.

"Dia terinfeksi cytomegalovirus yang telah menyebar ke seluruh bagian tubuh, bahkan hingga ke bagian mata dan otaknya. Karena sudah sampai ke mata dan otak itulah maka dia selalu mengeluh pening, tapi ketika diberi penawar rasa sakit pun dia tetap merasakan sakit yang amat berat," ujar Guntur kepada wartawan, Selasa (4/12/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dampak dari infeksi jamur itulah, maka dia kemudian rentan terkena penyakit lainnya karena daya tahan tubuhnya terus menurun. Dari hasil pemeriksaan dan test darah diketahui, Mendieta juga terserang jamur candidiasis di bagian tenggorokan hingga pencernaan serta positif menderita demam berdarah.

Mendieta meninggal di Rumah Sakit dr Moewardi Solo pada pukul 23.30 WIB, Senin (3/12/2012). Pemain bola berusia 32 tahun tersebut dalam beberapa hari terakhir dirawat di rumah sakit milik pemerintah tersebut dengan dugaan kena penyakit tifus. Kondisinya semakin memburuk pada Senin malam hingga meninggal di ruang ICU.

Di masa akhir karirnya di sepak bola, Mendeita mengalami kesulitan ekonomi. Dia mengklaim lebih dari Rp 100 juta gajinya belum dibayar oleh Persis PT LI. Padahal saat ini kepengurusan Persis baik yang PT LI maupun yang LPIS telah dibubarkan. Karena kesulitan ekonomi itu, dia bahkan sempat mengaku belum membayar sewa kamar kos selama delapan bulan terakhir.

(/)


Berita Terkait