Delegasi Komisi I DPR yang terdiri dari Mahfudz Siddiq (PKS), Agus Gumiwang (Golkar), Yorrys Raweyai (Golkar), Meutya Hafid (Golkar), Yahya Sacawirya (Demokrat), Effendi Choirie (PKB), dan Muhammad Najib (PAN) diterima Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Istana Presiden di kota Ramallah, Senin (3/11/2012) sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Namun sebelum menuju Istana Presiden, Komisi I DPR terlebih dahulu ziarah ke makam Ketua PLO Palestina Yasser Arafat.
Istana presiden terletak tak jauh dari makam tersebut, hanya sekitar lima menit perjalanan. Di Istana yang cukup megah itu, delegasi Komisi I DPR disambut hangat oleh staf Istana. Delegasi langsung diarahkan untuk menuju ruang pertemuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertemuan berlangsung di salah satu ruang kecil di Istana. Ruang itu berukuran kurang lebih 6x4 meter persegi. Dalam ruangan itu terdapat bendera Palestina, foto Masjidil Aqsha, foto Dome of The Rock serta beberapa kursi dan meja.
Presiden Mahmoud Abbas datang tak lama setelah delegasi masuk ke ruangan. Dalam pembukaan pertemuan, Komisi I DPR mengucapkan selamat atas status baru Palestina sebagai non-member observer state di PBB. Pertemuan ini dijembatani oleh seorang penerjemah bahasa Arab dari KBRI Amman.
"Kami ingin menyampaikan ucapan selamat kepada Palestina atas tercapainya status baru di PBB, di mana Palestina telah mendapat status sebagai negara observer non anggota," kata Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq.
Menanggapi ucapan selamat itu, Mahmoud Abbas balas mengucapkan terima kasih. Dia merasa senang dengan dukungan Indonesia terhadap Palestina selama ini.
"Kami sangat bahagia sekali menerima delegasi Indonesia. Kami tahu Indonesia adalah negara dengan umat muslim terbesar di dunia. Dan yang membanggakan bagi kami, Indonesia ada di pihak Palestina. Saya masih ingat betul bagaimana Menlu Indonesia berbicara di PBB membela Palestina. Kata-kata Menlu menjadi penyejuk bagi kami," ujar Mahmoud.
Setelah sambutan selesai, sesuai peraturan, pihak protokoler Istana meminta para jurnalis Indonesia meninggalkan ruangan. Namun dengan ramah Mahmoud meminta kepada protokoler untuk membiarkan jurnalis Indonesia mengikuti pertemuan.
(tor/rmd)










































