Kepada SBY, Para Guru Curhat Jadi Korban Pemilu Kada

Kepada SBY, Para Guru Curhat Jadi Korban Pemilu Kada

- detikNews
Selasa, 04 Des 2012 11:14 WIB
Kepada SBY, Para Guru Curhat Jadi Korban Pemilu Kada
Jakarta - Proses politik dalam tahap Pemilu Kada, rupanya berpengaruh terhadap kinerja para guru di daerah bersangkutan. Sebagai pendidik yang gajinya dianggarkan di dalam APBD, mereka mengaku jadi korban tekanan terutama sesudah kompetisi politik lokal itu berlangsung.

Demikian curhat Ketua PGRI, Dr. Sulistyo, kepada Presiden SBY. Ini disampaikannya dalam sambutan acara puncak peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-67 PGRI yang berlangsung di Sentul International Convention Centre, Bogor, Selasa (4/12/2012).

"Di dalam era otonomi daerah ini, guru masih banyak yang menjadi korban politik pasca pilkada. Mohon itu dievaluasi dengan sungguh-sungguh sebelum terlalu mengganggu kinerja guru," ungkap Sulistyo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun tidak sekaligus dipaparkan apa bentuk konkrit dari korban politik yang dia maksud termasuk evaluasi seperti yang dimintanya. Sulistyo lebih banyak menyinggung soal kesejahteraan para guru, terutama yang masih berstatus hononer dan bertugas di sekolah-sekolah swasta kecil.

"Para guru sudah mendapatkan penghasilan minimun Rp 2 juta per bulan, namun itu hanya untuk yang PNS. Mohon juga dipertimbangkan juga untuk guru swasta dan honorer," ujarnya.

"Kami juga mengusulkan agar sistem kepegawaian untuk guru swasta dan honorer harus segera ditata sehingga pembinaan mereka setara dengan guru PNS," sambung Sulistyo.

Sejumlah pejabat tinggi mendampingi Presiden SBY dalam acara pagi ini. Selain Mendikbud M. Nuh serta beberapa menteri KIB II, hadir juga ketua DPD RI Irman Gusman, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.



(mad/lh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads