Komisi I DPR Berhasil Menembus Ramallah

Laporan dari Ramallah

Komisi I DPR Berhasil Menembus Ramallah

- detikNews
Selasa, 04 Des 2012 11:10 WIB
Komisi I DPR Berhasil Menembus Ramallah
Pertemuan delegasi parlemen Indonesia dengan Gubernur Jericho, Majed Al Fityani. (A Toriq/detikcom)
Ramallah - Komisi I DPR berhasil masuk ke kota Ramallah Palestina. Hal ini terbilang istimewa. Sebab, Menlu Marty Natalegawa pernah ditolak untuk masuk ke kota yang dekat dengan Yerusalem itu.

Perjalanan Komisi I DPR menuju Ramallah dimulai dari Amman, Jordania, Senin (3/12/2012) sekitar pukul 08.00 waktu setempat. Rombongan delegasi, dengan menggunakan bus dari travel agency, menuju perbatasan wilayah Jordania dan Palestina yang hanya dipisahkan oleh Jembatan King Hussein.

Setelah melewati jembatan King Hussein dan tiba di perbatasan sekitar pukul 09.00 waktu Amman atau pukul 08.00 waktu Palestina, delegasi harus mengurus izin masuk ke wilayah Palestina di kantor imigrasi yang dikendalikan oleh otoritas Israel. Semua proses imigrasi dibantu oleh pihak KBRI Amman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masuk wilayah imigrasi, tulisan-tulisan arab yang kerap terlihat selama di Amman kini berganti huruf-huruf ibrani. Namun sayangnya semua orang yang melintas di wilayah perbatasan itu tak diperkenankan mengambil gambar.

Selayaknya wilayah perbatasan, kantor imigrasi itu dijaga ketat sejumlah tentara bersenjata lengkap. Namun uniknya tak semua penjaga perbatasan itu laki-laki, beberapa adalah perempuan. Mereka menenteng senjata dan mengenakan rompi antipeluru.

Di kantor imigrasi, barisan antrean orang-orang yang ingin melintas sudah cukup panjang. Satu persatu orang yang ingin melintas dicek paspornya di loket yang ada. Setelah pengecekan pertama, selanjutnya delegasi menunggu di dalam gedung. Satu setengah jam kemudian izin untuk melintas baru keluar.

Setelah keluar dari kantor imigrasi, delegasi sudah ditunggu oleh travel agency lainnya. Informasi yang dihimpun, travel agency ini direkomendasikan oleh otoritas Israel.

Wilayah pertama yang dilintasi setelah keluar dari perbatasan adalah kota Jericho. Kota ini merupakan kota tertua di dunia. Di kota itu, rombongan disambut oleh Gubernur Jericho Majed Al Fityani.

Dari keterangan Majed, diketahui bahwa delegasi dari Indonesia ini adalah delegasi luar negeri pertama yang datang ke Jericho setelah status baru Palestina di PBB. Majed juga menyampaikan rasa terima dan penghormatannya atas dukungan Indonesia di sidang PBB.

Usai disambut Majed, delegasi melanjutkan perjalanan menuju Ramallah. Di kota itu, delegasi akan diantar untuk menemui Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

(trq/rmd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads