Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin berada di samping ibundanya, Hj Rohana Syamsuddin, saat perempuan 76 tahun itu mengembuskan napas terakhir.
"Kami keluarga besar sangat kehilangan. Tapi keimanan kita, membuat kami mengikhlaskan kepergian beliau," kata Din Syamsuddin di lobi RS Harapan Keluarga sesaat sebelum jenazah diberangkatkan menuju Bandara Internasional Lombok, Selasa (4/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Din mengatakan, ibundanya meninggal Selasa pagi pukul 06.15 Wita. Almarhumah telah menderita sakit diabetes sejak lama dan terus merembet ke ginjal. Dua bulan lalu, almarhumah sempat menjalani ibadah umroh bersama, dan kesehatannya mulai menurun saat tiba di tanah air.
Almarhumah sempat dirawat di Jakarta, dan saat membaik kembali ke rumah keluarga di Sumbawa Besar.
"Dua hari lalu, kadar gula darahnya mendadak tinggi dan dirawat di rumah sakit swasta di Sumbawa. Tadi malam akhirnya dirujuk ke Mataram. Dan sejak kemarin memang sudah tidak ada kemajuan berarti," kata Din.
Kondisi almarhumah kian menurun disertai kadar hemoglobinnya yang menurun drastis dari 6 hingga 1,9 g/dl. Sempat dilakukan transfusi darah, namun pagi tadi almarhumah akhirnya tak tertolong.
Almarhumah akan dimakamkan di pemakaman umum Samuapin, di Sumbawa Besar sore nanti. Almarhumah akan dimakamkan disamping suaminya, Syamsuddin yang lebih dulu berpulang pada 1999.
"Saya bisa seperti saat ini karena beliau. Ibunda sangat dominan. Tapi beliau memang agak susah kalau diminta minum obat dan menghindari makanan pantangan. Kami kehilangan. Terimakasih untuk perhatian dan doa yang telah disampaikan," kata Din.
(trw/trw)










































