Ibunda Din Syamsuddin akan Dimakamkan di Sumbawa Besar NTB

Ibunda Din Syamsuddin akan Dimakamkan di Sumbawa Besar NTB

Kusmayadi - detikNews
Selasa, 04 Des 2012 10:51 WIB
Mataram - Jenazah ibunda Ketum PP Muhamaddiyah Din Syamsuddin dibawa keluar dari Rumah Sakit Harapan Keluarga di Kota Mataram dan akan dimakamkan Selasa (4/12/2012) sore. Rencananya jenazah akan dimakamkan di samping suaminya di Sumbawa Besar, NTB.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin berada di samping ibundanya, Hj Rohana Syamsuddin, saat perempuan 76 tahun itu mengembuskan napas terakhir.

"Kami keluarga besar sangat kehilangan. Tapi keimanan kita, membuat kami mengikhlaskan kepergian beliau," kata Din Syamsuddin di lobi RS Harapan Keluarga sesaat sebelum jenazah diberangkatkan menuju Bandara Internasional Lombok, Selasa (4/1/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jenazah akan diterbangkan dengan pesawat komersial pukul 12.00 Wita menuju Sumbawa. Sebelum meninggalkan rumah sakit, Gubernur NTB M Zainul Majdi memimpin salat janazah di rumah sakit. Turut melayat Wakil Gubernur NTB Badrul Munir dan sejumlah pejabat Pemprov NTB serta pengurus Muhammadiyah NTB.

Din mengatakan, ibundanya meninggal Selasa pagi pukul 06.15 Wita. Almarhumah telah menderita sakit diabetes sejak lama dan terus merembet ke ginjal. Dua bulan lalu, almarhumah sempat menjalani ibadah umroh bersama, dan kesehatannya mulai menurun saat tiba di tanah air.

Almarhumah sempat dirawat di Jakarta, dan saat membaik kembali ke rumah keluarga di Sumbawa Besar.

"Dua hari lalu, kadar gula darahnya mendadak tinggi dan dirawat di rumah sakit swasta di Sumbawa. Tadi malam akhirnya dirujuk ke Mataram. Dan sejak kemarin memang sudah tidak ada kemajuan berarti," kata Din.

Kondisi almarhumah kian menurun disertai kadar hemoglobinnya yang menurun drastis dari 6 hingga 1,9 g/dl. Sempat dilakukan transfusi darah, namun pagi tadi almarhumah akhirnya tak tertolong.

Almarhumah akan dimakamkan di pemakaman umum Samuapin, di Sumbawa Besar sore nanti. Almarhumah akan dimakamkan disamping suaminya, Syamsuddin yang lebih dulu berpulang pada 1999.

"Saya bisa seperti saat ini karena beliau. Ibunda sangat dominan. Tapi beliau memang agak susah kalau diminta minum obat dan menghindari makanan pantangan. Kami kehilangan. Terimakasih untuk perhatian dan doa yang telah disampaikan," kata Din.

(trw/trw)


Berita Terkait