Peristiwa itu terjadi Senin (3/12/2012). Saat itu pengojek bernama Eko diminta mengantar seorang perempuan ke tiga tempat laundry di daerah Kota, Jakarta Barat.
"Penumpang ini menelepon-nelepon minta diantar. Dia menelepon dari pukul 12.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB," kata Ningsih, istri Eko, kepada detikcom, Selasa (4/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wanita itu mengaku mau pindah kos jadi semua pakaiannya harus di-laundry," katanya.
Saat berada di laundy kedua, wanita ini menawarkan minuman ke Eko. Minuman itu berada di dalam botol plastik seperti minuman teh yang biasa dijual di toko-toko. Hanya saja minuman ini bukan berisi teh.
"Ini minuman soda tapi udah dicampur," kata Ningsih menirukan ucapan wanita itu.
Tanpa curiga, Eko langsung menenggak minuman dalam botol itu. Kemudian dia bersama wanita itu langsung menuju ke tempat laundry ketiga. "Pas pulang dari situ langsung pusing sekali," katanya.
Saking pusingya, Eko sempat hendak menabrak tiga kali mobil yang ada di depannya. Usai kembali ke tempat mangkalnya di Jl Imam Bonjol, Eko teler. Kesadarannya menurun.
Β
"Pengojek lainnya kemudian menolongnya, pas mau dimasukkan ke taksi Eko hampir tak sadar," kata Ningsih.
Para pengojek langsung membawanya ke RSCM, namun karena tempat penuh akhirnya Eko dibawa ke klinik di Tanah Abang. Dokter memberikan obat dan diminta istirahat di rumah.
"Sekarang masih panas bagian perut atasnya," kata Ningsih.
Dokter belum bisa menyimpulkan minuman apa yang diberikan wanita tersebut karena hal itu harus diteliti melalui laboratorium. "Kita belum bisa tahu dikasih minum apa," katanya.
(nal/nrl)











































