Polisi Buru Pengeroyok Franky yang ditemukan Tewas di BKT

Polisi Buru Pengeroyok Franky yang ditemukan Tewas di BKT

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Senin, 03 Des 2012 20:05 WIB
Jakarta - Polisi tengah memburu salah seorang pelaku pengeroyokan terhadap anak jalanan bernama Franky yang ditemukan tewas di Kanal Banjir Timur, Ujung Menteng, Jakarta Timur. Franky yang memiliki tato garuda, tewas setelah dikeroyok lima rekannya.

"Saat ini kita telah menetapkan AL sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap pelaku pengeroyokan mayat di BKT, Ujung Menteng," ujar Kanit Reskrim Polsek Cakung, Akp Sugitanto, saat dihubungi detikcom, Senin (3/12/2012).

Sugiyanto mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan pengejaran terhadap salah seorang pelaku. "Saat ini kita masih memburu salah seorang pelaku," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sugiyanto mengatakan pada saat kejadian keempat pelaku yakni
RA (25), AT (27), RR(22), dan MI (27)bersama korban saat itu tengah menenggak minum-minuman keras.

"Franky mereka merupakan anak jalanan, saat kejadian mereka sedang minum-minuman keras," lanjutnya.

Menurut Sugiyanto dalam kesehariannya korban dan para pelaku selalu hidup bersama teman-temannya sesama anak jalanan dari mengemis.

"Ya pokoknya selayaknya anak jalanan, tidak punya tempat tinggal tetap dan pekerjaannya minta-minta,"tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya. mayat laki-laki yang ditemukan di bantaran Kanal Banjir Timur (KBT), Jakarta Timur, memiliki tato di leher dan tangan kanannya. Tato di leher bergambar kalung, sementara di tangan kanannya bergambar burung garuda.

Kapolsek Cakung Kompol Azhar Nugroho mengatakan mayat laki-laki tersebut berusia sekitar 25-30 tahun. Kepolisian mendapat laporan dari warga mayat tersebut ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB.

Menurutnya Tidak ada warga yang mengenali mayat tersebut. Menurut Fajar secara fisik, mayat tersebut terlihat seperti seorang preman.

Fajar menyebut ada luka di bagian kepala dan bibir mayat tersebut. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.

(edo/fdn)


Berita Terkait