Nurlena Larang Anak-anak Tirinya Keluar Rumah

Nurlena Larang Anak-anak Tirinya Keluar Rumah

- detikNews
Senin, 03 Des 2012 15:04 WIB
 Nurlena Larang Anak-anak Tirinya Keluar Rumah
Aini dan Nurlena.
Jakarta - Nurlena, ibu tiri yang diduga melakukan tindak penganiayaan terhadap Anis Junistisia (4), kerap bersikap posesif. Dia juga sering melarang Anis dan kakaknya, Tiara Amanda (8) keluar rumah.

"Anak-anak tidak diperbolehkan keluar rumah. Tetapi hanya pada saat disuruh membeli sesuatu dari warung dekat rumah, baru boleh keluar rumah," ungkap Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Shinto Silitonga kepada detikcom, Senin (3/12/2012).

Hal ini terungkap berdasarkan pengakuan saksi Tiara. Tiara dalam pemeriksaan tambahannya sebagai saksi didampingi oleh ibu kandungnya dan Dra.Diana Mutiah, MSi dari Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kodya Tangerang Selatan siang tadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyidik juga memeriksa kembali Nahnu Hadi Saputra (43), ayah korban. Menurut pengakuan tersangka kepada Nahnu, dia membawa korban ke rumah sakit karena terjatuh dari tempat tidurnya.

"Hal yang sama juga dikatakan oleh kakak korban, Tiara Amanda. Namun keterangan itu tentu saja sudah dikondisikan oleh tersangka kepada Tiara," ujar Shinto.

Selain keluarga korban, penyidik juga memeriksa saksi-saksi lain di antaranya adalah tetangga korban dan Ketua RT setempat. Shinto melanjutkan, pihaknya masih akan terus mendalami pemeriksaan terhadap tersangka. Termasuk menggali motif sebenarnya. Pengakuan sementara, tersangka mengaku memukul karena korban bandel.

"Yang bersangkutan dalam kondisi hamil, sehingga emosinya labil, kemudian anak-anak rewel diingatkan tidak bisa sehingga marah dan menganiaya," imbuh Shinto.

Aini Junistisia tewas setelah dilarikan ke RS Fatmawati di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Anak berusia empat tahun itu tewas akibat luka pukul di sekujur tubuhnya.

Kematian Aini ini dirasakan janggal oleh ibu kandung Aini, Agustina yang sempat menjenguk ke rumah sakit. Melihat kondisi anaknya yang penuh luka dia melaporkan adanya penganiayaan ke Polres Jakarta Selatan.

(mei/lh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads