Aburizal Bakrie alias Ical tak masuk capres populer versi LSI. Pun begitu, DPD Golkar Riau tetap memberikan dukungan.
"Jangan terlalu percaya lembaga survei, belum itu hasilnya benar. Jadi kami tidak menghiraukan hasil survei yang menyebut Pak Ical tidak populer," kata Ketua DPD Golkar Riau, Annas Maamun disela-sela persiapan pelantikan pengurus Golkar Riau, Senin (3/11/2012) di Kantor Golkar Riau, Jl Diponegoro, Pekanbaru.
Menurut Annas, hasil survei yang tidak menyebutkan Ical sebagai capres tidak populer dibanding yang lain, bukanlah hasil mutlak yang layak dipercaya. Sebab, kata Annas, banyak juga lembaga survei yang bekerja sesuai dengan keinginan pemesannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya DPD Golkar Riau tidak ambil pusing soal hasil survei itu. Sampai batas waktu yang telah ditentukan nanti, kata Annas, pihaknya masih akan melakukan sosialisasi ke kader Golkar di Riau. Terlebih Riau selama ini sebagai satu di antara wilayah di Sumatera sebagai kantong Golkar.
"Kita tetap memberikan dukungan sepenuhnya kepada Pak Ical. Sosialisasi ke seluruh kader dan pengurus Golkar tetap akan kita laksanakan sepanjang tidak ada perubahan," kata Annas.
LSI melakukan survei pada bulan November 2012. Jumlah responden sebanyak 223 opinion leader, 178 orang dipublikasikan namanya sebagai responden atau penilai. Setiap tokoh yang disurvei dinilai dengan sejumlah ukuran kualitas personal. Penilaian tiap item dengan skor antara 1-100.
5 Indikator kualitas personal yang dipertanyakan adalah penilaian bahwa tokoh bisa dipercaya, satu dalam kata dan perbuatan; tidak pernah melakukan atau diopinikan pernah melakukan KKN; tidak pernah melakukan atau diopinikan melakukan tindakan kriminal; diyakini mampu memimpin negara dan pemerintahan; dan dapat dipercaya mampu berdiri di atas semua kelompok atau golongan yang berbeda.
Berdasarkan kualitas personal tokoh-tokoh dengan nilai 60 atau lebih (lulus) menurut opinion leader adalah:
1. Mahfud MD 79
2. Jusuf Kalla 77
3. Dahlan Iskan 76
4. Sri Mulyani 72
5. Hidayat Nurwahid 71
6. Agus Martowardojo 68
7. Megawati Soekarnoputri 68
8. Djoko Suyanto 67
9. Gita Wirjawan 66
10. Chairul Tanjung 66
11. Endriartono Sutarto 66
12. Hatta Rajasa 66
13. Surya Paloh 64
14. Pramono Edhie Wibowo 64
15. Sukarwo 63
16. Prabowo Subianto 61
17. Puan Maharani 61
18. Ani Yudhoyono 60
(/)










































