Para kiai muda dan DPW PKB Jawa Timur mendukung langkah DPP PKB yang melirik Raja Dangdut Rhoma Irama sebagai alternatif bakal capres 2014. Sedangkan, para kiai sepuh di Jawa Timur masih masih menunggu sepak terjang dan keseriusan Rhoma di bidang politik.
"Saya pikir itu terobosan alternatif (memilih calon Presiden RI)," ujar Ketua DPW PKB Jawa Timur Halim Iskandar kepada detikcom dalam pembicaraan lewat telepon, Senin (3/12/2012).
Halim menerangkan, tidak ada salahnya jika artis maju sebagai calon pemimpin bahkan calon presiden. Banyak artis baik di luar negeri yang mampu menjadi kepala negara seperti Ronald Wilson Reagan yang berprofesi sebagai aktor radio, film dan televisi sebelum menjabat menjadi Presiden ke 40 Amerika Serikat (1981-1989).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Halim yang juga kakak kandung Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar mengatakan, DPW tidak diberitahu atau diajak komunikasi mengenai 'lirikan' PKB ke Rhoma Irama sebagai capres. "Itu wewenangnya DPP. Saya tahunya malah dari detik.com. Setelah saya baca isi dan maksudnya, PKB Jatim menilai bagus sebagai alternatif capres dan siap mendukungnya," tuturnya.
Jawa Timur merupakan salah satu daerah basis PKB. Selain itu, juga banyak ulama dan kiai. Menurutnya, Rhoma Irama yang maju sebagai alternatif calon pemimpin bangsa ini juga mendapatkan sinyal positif dari kiai-kiai muda maupun kalangan pesantren. Apalagi, keluarga Rhoma juga mempunyai hubungan dengan keluarga Pondok Pesantren Genggong, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.
"Kalau kiai-kiai muda sudah kita hubungi melalui telepon saja dan menyatakan bagus dan setuju. Kalau kiai-kiai sepuh belum kita hubungi, karena nggak enak kalau menyampaikan ke beliau-beliau melalui telepon. Pada saatnya nanti kita akan komunikasikan dengan kiai sepuh dengan membawa berbagai fakta dan kenyataan maupun kelebihan dan kekurangannya, sehingga apa yang menjadi penilaian beliau menjadi objektif. Dan kita akan meminta arahan saran dari kiai sepuh," paparnya.
Ia menegaskan, DPP PKB melirik Rhoma Irama sebagai capres tidak akan mempengaruhi suara PKB pada pemilihan legislatif 2014 nanti. "Saya kira nggak ada hubungannya dengan naik atau turunnya suara PKB di Pileg. Bahasa ketua umum kan melirik saja," jelas Halim yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim ini.
(roi/lh)










































