5 Tamu Istimewa Jokowi

5 Tamu Istimewa Jokowi

- detikNews
Senin, 03 Des 2012 10:11 WIB
5 Tamu Istimewa Jokowi
Jakarta -

1. Pong Bawa Ide Urai Macet

Pagi-pagi, artis senior Pong Harjatmo sowan ke Jokowi. Pong menyampaikan gagasannya mengenai tawuran dan macet.

"Saya cuma mau sampaikan beberapa ide terkait banjir, tawuran dan macet. Tapi teknisnya janganlah. Nanti saya dikira keminter (sok pinter)," kata Pong kepada wartawan di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (3/12/2012) pagi.

Pong sangat senang Jokowi menanggapi positif segala ide yang dia tuangkan. "Tanggapan Jokowi-nya oke. Sudah dicatet juga sama ajudannya," ujar Pong yang mengenakan batik coklat itu.

Pong enggan membeberkan ide yang dia tuangkan ke Jokowi. "Sorry to say nanti saya dikira cari popularitas lagi," imbuh pemain film "Arisan 2" ini.

2. Mami Yulie Ingin Dibina

Ketua Umum Forum Komunikasi Waria Indonesia (FKWI) Mami Yulie atau Yulianus Rettoblaut, membawa misi penting yang ingin disampaikan kepada Jokowi. Mereka ingin dibina eks Wali Kota Solo itu.

"Kita mau mengundang Pak Jokowi. Kemarin kan kita sudah mendukung dia. Saya sampai galang dana sendiri untuk dukung dia, jagain TPS tanpa pamrih. Nah sekarang boleh dong dia datang ke acara kita," kata Mami Yulie di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (21/11/2012).

Mami Yulie yang berdandan cantik ini ingin Jokowi bersedia hadir dalam acara silaturahmi dengan 8.000 waria se-Indonesia yang akan diselenggarakan di TMII pada 3 Desember mendatang.

"Kita ingin dibina sama Jokowi. Kita ini warganya juga, kita ingin diurus juga oleh Jokowi. Kita juga akan ada pendidikan dan pengetahuan tentang HIV/AIDS," ujar Mami Yulie yang mengenakan setelan blazer warna ungu dan celana panjang ungu itu.

Meski tidak berjumpa langsung, Jokowi berjanji memperhatikan kaum transgender itu.

3. Ahmadi Efendi Rela Jalan Kaki

Ahmadi Efendi mengaku fans berat Jokowi. Dengan modal uang Rp 2 ribu, ia jalan kaki dari Surabaya ke Jakarta untuk bertemu dengan Jokowi.

"Merdeka! Merdeka!" seru Ahmadi setibanya di halaman Balaikota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (20/11/2012). Di sepanjang jalan, Ahmadi mendapat sumbangan dari masyarakat.

Ahmadi mengalungkan karton bertulis tangan tentang ekspedisi jalan kalinya ini. Pria yang berdomisili di Ampel, Surabaya, ini mengaku sebagai penggemar berat Jokowi dan dia sengaja datang ke Jakarta hanya untuk dapat bersalaman dengan Jokowi.

"Saya cuma ingin ketemu sama Pak Jokowi dan bersalaman, saya enggak minta apa-apa. Saya ngefans sama Pak Jokowi, dia memang tidak kekar tapi hatinya kuat," kata Ahmadi di Jalan Soegijapranata, Semarang, Jumat (16/11/2012).

4. Kakek Sutanto Beri Lukisan

Sutanto (76) rela naik kereta api demi bertemu Jokowi. Ia ingin memberikan lukisan hasil karyanya kepada eks Wali Kota Solo itu.

"Saya ingin ketemu dan memberikan lukisan," ujarnya sambil memamerkan lukisan yang dibawanya di depan rumah dinas Jokowi, Jl Taman Suropati, Jakarta Pusat, Sabtu (3/11/2012).

Lukisan ini dibuat Sutanto sebagai bentuk kebanggaannya terhadap Jokowi yang kini menjadi Gubernur Jakarta. "Karena simpatik sama gubernur, waktu pemilihan saya doakan dan sukses ternyata jadi. (Lukisan ini) untuk melampiaskan kegembiraan," tuturnya.

Pria berperawakan kurus dengan rambut mulai memutih ini melukiskan sesosok perempuan, mobil antik ditambah sekumpulan orang. Dalam lukisan juga tertulis "Selamat datang Pak Jokowi dan Pak Ahok, kita bersatu untuk Indonesia". Sutanto diminta ke Balai Kota karena Jokowi tidak pernah menerima barang di kediamannya.

Tak berselang lama, David, ajudan Jokowi menemui Sutanto untuk menerima lukisan yang dibawa. Tak cuma itu, David juga meminta alamat dan nomor telepon Sutanto.

5. Ibu Berlipstik Merah

Jokowi memberikan uang Rp 500 ribu pada seorang perempuan berlipstik merah Sri Sunarwati (60) yang ingin pulang kampung ke Surabaya.

"Ini dikasih Rp 500 ribu untuk pulang ke Surabaya, karena kalau untuk hidup di sini tidak mungkin cukup," kata Sri
di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (25/10/2012).

Sri juga pernah memberikan surat ke Jokowi pada 16 Oktober lalu. Surat itu disampaikan kepada salah seorang penjaga di Balai Kota. Dalam surat itu Sri mengeluhkan mengenai penggusuran rumahnya di kawan Pasar Gembrong, Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur.

"Kejadiannya sudah setahun lalu dan sekarang tinggal saya tinggal di Cipinang Melayu," katanya.
Halaman 2 dari 6
(aan/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads