Leni Haini (34), mantan atlet dayung perahu naga asal Jambi, saat ini tengah berjuang untuk mengupayakan kesembuhan anaknya. Habibatul Fasiha, putri bungsunya ini menderita pengerapuhan kulit sejak lahir. Selama 2 tahun 8 bulan, Fasiha harus menahan sakit yang menggerogoti kulit di sekujur tubuhnya ini.
Di kamar Mess Pemprov Jambi, Jalan Cidurian, Cikini, Jakarta Pusat, Fasiha terduduk diam disamping ibunya. Ia tidak menangis ataupun rewel. Hanya terlihat menahan sakit saat ibunya melepaskan pakaiannya agar ia tidak kepanasan.
"Dedek tidak boleh kepanasan dan berkeringat. Karena jika gatal dan digaruk, kulitnya akan memerah bahkan terkelupas," ucap Leni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain tidak rewel, Fasiha juga tergolong anak yang mandiri. Dia bisa melakukan kebutuhannya sendiri tanpa harus merengek ataupun menangis. "Kalau di rumah dia pakai baju sendiri, ngesot-ngesot mengambil baju," ujar Leni.
Fasiha dapat berdiri namun harus berpegangan. Kakinya mampu menapak tetapi tidak dapat berjalan, karena jari kakinya menyatu. Ia sering teriris mendengar pertanyaan putri bungsunya ini.
"Kalau melihat kakaknya memotong kuku, dia bilang: Mak, kuku dedek ga ada, kuku dedek tumbuh nggak nanti?" ungkap Leni dengan mata berkaca-kaca.
Kulit Fasiha sangat sensitif. Ia tidak boleh terkena gigitan serangga atau apapun yang membuatnya gatal. Sebab kulitnya akan langsung memerah bahkan terkelupas. "Dia pernah jatuh, kulitnya langsung terkelupas. Pelan-pelan saya langsung benerin lagi sambil diolesi salepnya. Alhamdulillah 1 minggu kemudian sudah sembuh kembali," papar Leni.
Fasiha bahkan harus beralaskan daun pisang untuk tidur. "Anjuran dokter, kalau tidur harus dialasi daun pisang agar kulitnya tidak menempel pada kain seprai," ungkap ibu dari 3 orang anak ini.
Untuk menunjang kesembuhannya, selain mengkonsumsi obat, Fasiha juga harus menjaga makanan sesuai anjuran dokter. Setiap hari dia minum susu dengan campuran 3 butir putih telur ditambah keju dan gula. Sebelumnya, kondisi Fasiha sempat membaik. Namun ketika obatnya habis ia langsung kambuh lagi. "Sempat 1 bulan dia tidak minum obat karena di Jambi obatnya habis. Makanya kami kemari," tambah Leni.
Sebelum melahirkan putri ketiganya ini, Leni mengaku tidak ada yang aneh dengan kehamilannya. Namun ia sempat terjatuh seminggu sebelum Fasiha lahir. Si kecil ini terlahir prematur saat usia dalam kandungan ibunya 8 bulan. Fasiha terlahir dengan bobot yang cukup ringan, hanya 1 kg 8 ons.
Leni dan Ikhsan dikaruniai 3 orang anak. M. Fikri, putra pertamanya kini berusia 11 tahun. Dan adiknya, Musdalifah Hana berusia 6 tahun. Keduanya dalam kondisi sehat dan masih duduk di bangku Sekolah Dasar. "Untuk sementara, mereka tinggal bersama uwaknya," tutur Leni.
(ahy/ahy)










































