Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WITA, usai kegiatan belajar mengajar yang digagas sejumlah mahasiswa beberapa perguruan tinggi di Sulawesi Utara yang menamakan diri Komunitas Dinding.
"Kami tak menyangka akan terjadi seperti ini, sungguh di luar dugaan," kata Koordinator Komunitas Dinding, Jenly Bonde kepada detikcom, di Mapolsek Wenang, Sabtu (1/12/2012) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengajari mereka dengan metode yang sama di sekolah dan minimal mereka bisa membaca, menulis dan berhitung," lanjutnya.
Informasi yang diterima detikcom, para korban terdiri dari anak-anak usia 7 sampai 13 tahun. Umumnya merasakan pusing, mual dan muntah-muntah. Jumlah korban yang harus dirawat mencapai 37 pasien, 6 di antaranya mahasiswa dan seorangnya lagi bayi berusia 8 bulan. Diduga bayi itu keracunan dari ibunya yang sempat ikut memakan nasi kuning.
Mereka mendapatkan makanan tersebut dari para donatur yang memesan ke pembuat nasi kuning. Terdapat 152 paket nasi kuning beserta makanan ringan yang dibagikan kepada peserta.
"Kami mulai pukul 13.00 WITA, istirahat makan pukul 13.30 WITA, dan baru bereaksi ketika kegiatan hampir usai pukul 17.00 WITA," tutur Bonde lagi.
Sementara itu, pihak Polsek Wenang masih menyelidiki dugaan keracunan ini. Beberapa anggota keluarga korban, mahasiswa penyelenggara dimintai keterangannya. Selain itu, pemilik usaha nasi kuning juga ikut diperiksa.
(/)











































