Peristiwa terjadi sekira pukul 13.20 WIB. Saat itu truk trailer bernopol H 1835 EW bermuatan mesin pengolah kayu seberat 20 ton melaju dari arah kota atau Jatingaleh. Namun karena muatan yang diangkut lebih tinggi dari jembatan, truk tersebut tersangkut.
"Kecepatan kira-kira 30 Km/jam. Ada suara lumayan keras, tersangkut. Saya langsung menghentikan truk," kata supir truk, Rohamat (41) di lokasi kejadian, Sabtu (1/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mundur pelan-pelan tapi dari arah berlawanan ada tralier datang menyerempet jembatan. Bruk! Jembatan langsung nimpa truk saya," tandas Rohamat.
"Jembatannya itu sudah melengkung, saya tadinya menghindar ke kiri tapi ternyata tidak sempat," imbuhnya.
Sementara itu Kepala Cabang Jasa Marga Semarang, Sari Purna Warman mengatakan akibat peristiwa tersebut lalu lintas tol sempat terganggu sekitar satu setengah jam. Pihaknya langsung melakukan manajemen lalu lintas agar kemacetan terurai.
"Dari arah Banyumanik kendaraan kecil bisa lewat, tapi dari arah kota kita alihkan lewat Ungaran. Sementara itu untuk truk trailer diharapkan berhenti," tandasnya.
Menurut Sari Purna, ketinggian truk sudah melewati batas ketentuan yang diberikan pihak Jasa Marga yaitu 4,2 meter. "Tidak tahu bagaimana truk itu bisa lolos. Kalau truk ukuran besar yang kira-kira tidak muat biasanya minta izin dulu," terang Sari purna.
Menurut pengakuan warga sekitar, Harjo, jembatan itu cukup menghawatirkan untuk dilewati pejalan kaki karena kondisinya yang sedikit goyang.
"Saya kalau lewat takut soalnya mantul-mantul. Tingginya juga bermasalah, seharusnya kalau tingginya sama dengan jembatan lain, truk ini enggak bakalan sampai sini," aku Harjo.
Menanggapi hal itu, Sari Purna mengatakan pihaknya rutin melakukan perawatan terhadap jembatan tersebut. Terakhir perawatan bulan Oktober lalu.
"Ini jembatan penyebrangan dari besi. Kalau agak lama ya mantul-mantul. Kami rutin perawatan kok, terakhir Oktober Kemarin," ujar Sari Purna.
Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp 2 miliar lebih. Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Faizal mengatakan, untuk proses evakuasi saat ini pihak jasa marga ataupun pemilik truk sedang menunggu bantuan dari pelabuhan.
"Untuk evakuasi menunggu krane dari pelabuhan," tegasnya.
"PT Samudera Perdana nanti harus dicek apakah tinggi bawaannya diperiksa di pelabuhan atau tidak," imbuh Faizal.
Diperkirakan evakuasi membutuhkan waktu sekitar dua jam setelah kraine dari pelabuhan datang untuk menyingkirkan reruntuhan Jembatan yang dibangun tahun 1983 tersebut.
(alg/mok)











































