Jokowi: Yang Benar Saja, Baru 5 Minggu Saya Disuruh Mutusin MRT?

Hari ke-46 Jokowi

Jokowi: Yang Benar Saja, Baru 5 Minggu Saya Disuruh Mutusin MRT?

Ray Jordan - detikNews
Sabtu, 01 Des 2012 00:02 WIB
Jokowi: Yang Benar Saja, Baru 5 Minggu Saya Disuruh Mutusin MRT?
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Jokowi, mengaku sulit memutuskan pembangunan proyek Mass Rapid Transit (MRT). Alasannya, Jokowi baru menjabat sebagai gubernur selama 5 minggu. Dengan jabatan yang seumur jagung itu, Jokowi masih bimbang dalam memutuskan mega proyek tersebut.

Mantan Walikota Solo tersebut mengatakan, rencana pembangunan MRT sudah dimulai sejak lama. Namun hingga saat ini belum ada yang berani untuk memutuskan. Kini tongkat estafet keputusan proyek transportasi tersebut ada di tangannya.

"Ini investasi besar loh. Ini proyek besar. Orang sudah 20 tahun saja nggak ada yang berani mutusin. Saya baru lima minggu, disuruh dorong-dorong mutusin. Yang benar saja," ujar Jokowi di Balaikota DKI, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jmuat (30/11/2012) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk memperjuangkan proyek tersebut, Jokowi mengaku akan "membujuk" Menteri Keuangan agar mau merestui dan memberikan subsidi untuk tiket MRT.

"Saya ketemu menteri keuangan terlebih dahulu. Ingin berbicara masalah sharenya seperti apa. Kalau sudah ketemu, saya ngitung lagi kalkulasi. Sehingga ketemu subsidinya berapa, ketemu tiketnya nanti berapa. Baru saya berani memutuskan," jelasnya.

Jokowi membantah jika dirinya dikatakan takut untuk memutuskan proyek yang dananya berasal dari pinjaman Jepang tersebut. Menurutnya, dia hanya berhati-hati dalam memutuskan, apalagi untuk mengganti pinjaman tersebut nantinya akan menggunakan anggaran dari APBD.

"Saya itu orangnya sangat hati-hati, terutama tentang kalkulasi yang berkaitan dengan uang-uang rakyat, yang berkaitan dengan APBD. Jadi bukan karena takut dan nggak takut, bukan. Karena harus hati-hati dengan kalkulasi," ucapnya.

"Kita juga akan merenegoisasi lagi dengan Jepang. Agar diberikan mungkin penerangan apalah, bunganya dihilangin. Inikan masalah negosiasi," imbuhnya.

(jor/rvk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini