Bila Mega Kalah, PPP Tolak Masuk Kabinet SBY
Selasa, 21 Sep 2004 02:05 WIB
Jakarta - Setelah sebelumnya Golkar menyatakan tidak akan bergabung dengan kabinet SBY jika Megawati gagal menjadi presiden, PPP juga menegaskan akan tetap bergabung dengan Koalisi Kebangsaan. PPP berkomitmen menjadi oposisi di DPR."Jika SBY menang, PPP tidak akan memberikan kadernya dalam kabinet. Kita akan menolak jika diajak masuk kabinet. Dan seratus persen akan beroposisi di parlemen."Demikian ditegaskan Ketua Umum PPP Hamzah Haz, dalam perbincangan dengan detikcom di kediamannya, Jl. Tegalan, Matraman, Jakarta Timur, Senin (20/9/2004)."Kami sudah komit tidak akan menerima tawaran SBY. Kalau ada orang PPP yang masuk ke SBY, kami akan pecat. Karena sudah menyalahi AD/ART kami. Posisi kami di luar, merupakan idealisme partai," lanjut hamzah.Sikap PPP ini, kata Hamzah, merupakan prinsip yang bersifat politis dan idealisme. Menurut dia, dengan beroposisi seratus persen, PPP bisa mengontrol jalannya pemerintahan.Ketika ditanya soal kelanjutan Koalisi Kebangsaan apabila Mega kalah, Hamzah mengaku optimis koalisi tujuh partai yang menjagokan Mega itu akan tetap solid."Koalisi ini kita harapkan akan terus berlanjut bersama dengan enam partai lainnya. Dan tidak harus partai terbesar menjadi leader, seperti kasus pemilihan ketua DPRD DKI. Hal semacam ini yang akan kita terus dorong untuk dikembangkan jika SBY menang dan kami menjadi oposisi," demikian Hamzah Haz.
(fab/)











































