Mega Keok, Lurah & Camat se-Semarang Dikumpulkan Mendadak
Selasa, 21 Sep 2004 01:20 WIB
Semarang - Dalam hal apapun, menang atau kalah pasti menimbulkan reaksi. Di Semarang, tanda kekalahan Megawati "diperingati" dengan pengumpulan lurah dan camat secara mendadak.Acara pengumpulan jajaran birokasi bawah itu dilakukan di Rumah Dinas Walikota Semarang, Jl. Abdurahman Saleh, Senin (20/9/2004), mulai pukul 20.00 WIB dan dipimpin oleh Asisten I Walikota Sumarmo. Walikota sendiri tidak hadir karena ada acara dengan Muspida.Pertemuan tertutup antara pihak pemerintah kota dengan 16 camat dan 177 lurah itu digelar selama 1,5 jam. Saat Sumarmo memberi sambutan, suasana sangat hening. Hanya sesekali saja camat dan lurah bertepuk tangan. Tapi tidak jelas apa yang disoraki.Salah satu lurah dari Kecamatan Semarang Barat yang enggan disebut namanya mengatakan tidak tahu agenda pertemuan. Ia menduga pertemuan itu digelar terkait dengan kalahnya Mega di beberapa tempat di Semarang. "Undangannya mendadak kok, Mas," katanya kepada detikcom sesaat sebelum pertemuan.Ketika ditanya soal penghitungan suara pilpres, ia menjawab di daerahnya Mega kalah. Ia mengaku di beberapa tempat lain kondisinya sama. Karena itulah, dia dan beberapa temannya sedikit khawatir. Apalagi ternyata ada undangan ke pertemuan itu.Sementara Asisten I Walikota Sumarmo membantah pertemuan itu digelar berkaitan dengan pilpres. Apalagi jika dikaitkan dengan tanda-tanda kekalahan Mega di Semarang. Menurutnya, pertemuan itu hanya koordinasi situasi daerah saja."Untuk lebih jelasnya, silahkan tanya pada walikota saja besok pagi. Kebetulan beliau ada acara di Balaikota jam 11 siang bersama Muspida dan tim kampanye dua capres," katanya seusai pertemuan.Selain Asisten I Walikota, hadir pula Kabag Humas Pemkot Masruhan, Kepala Satpol PP Tomy, Infokom Semarang Ahyani, dan beberapa staf Pemkot.Sekadar diketahui, Walikota Semarang Sukawi Sutarip berasal dari PDI-P. Masa kerjanya habis akhir tahun ini. Untuk sementara berdasarkan info dari berbagai sumber detikcom, SBY-Kalla memimpin di lebih separuh dari 16 kecamatan di Semarang. Diperkirakan, penghitungan suara di tingkat kota akan selesai Sabtu mendatang.
(fab/)











































