Bisa Dipastikan Jumlah Golput Bertambah di Pilpres II

Bisa Dipastikan Jumlah Golput Bertambah di Pilpres II

- detikNews
Senin, 20 Sep 2004 21:56 WIB
Jakarta - Presiden baru periode 2004-2009 tampaknya sudah bisa dipastikan jatuh ke tangan SBY. Namun, berapa jumlah masyarakat yang menentukan hak pilihnya belum jelas. Yang pasti, jumlah golput di pilpres putaran dua ini makin bertambah. Untuk mengetahui berapa banyak masyarakat yang menggunakan hak pilih, tentu harus menunggu penghitungan suara sampai tuntas. Daftar calon pemilih tetap untuk pilpres putaran dua yang dikeluarkan KPU sekitar 117 juta orang. Indikasi menaiknya angka golput ini bisa dilihat dari banyak TPS. Dari TPS-TPS itu, masyarakat yang tidak datang ke TPS untuk mencoblos, jumlahnya cukup banyak. Begitu juga dengan jumlah surat suara yang tidak sah. Di TPS 053, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat, Tangerang, misalnya. Daerah perbatasan Jakarta dengan Tangerang ini, dulunya adalah basis Amien Rais-Siswono. Di TPS, ini, pilpres pertama, Amien-Siswono menang telak diikuti SBY-Kalla. Namun, dalam pilpres II ini, SBY yang menang. SBY mendapatkan 131 suara, sedangkan Mega hanya 41 suara. Suara tidak sah mencapai 6 orang. Menariknya, jumlah calon pemilih yang tidak datang ke TPS lebih besar daripada jumlah suara yang diperoleh SBY. Dari catatan petugas di TPS, ada 133 orang yang tidak datang. Total, suara golput di TPS itu mencapai 137 orang. "Hidup golput," kata salah seorang warga saat mengetahui jumlah golput lebih besar. Di TPS lain, seperti TPS 44, Ciganjur, Jakarta Selatan, jumlah golput juga mampu menandingi perolehan suara Mega-Hasyim. SBY-Kalla mendapatkan 177 suara, sedangkan Mega-Hasyim 59 suara. Suara golput mencapai 59 suara.Sementara di TPS 54 Ciganjur, SBY-Kalla memperoleh 195 suara dan Mega-Hasyim hanya memperoleh 42 suara. Jumlah golput mencapai 71 orang, melebihi jumlah suara perolehan Mega-Hasyim. TPS-TPS lain di Jakarta, rata-rata juga mengalami hal yang sama. Jumlah pemilih yang tidak datang ke TPS meningkat dalam pilpres putaran dua, Senin (20/9/2004). (asy/)


Berita Terkait