Tak diketahui sebabnya, bocah berusia 2,2 tahun asal Palembang suka merokok sejak tiga bulan lalu. Kalau tidak dikasih rokok, si bocah kerap mengamuk. Orangtua bingung dengan perilaku tersebut.
"Sekitar dua dan tiga bulan terakhir ini, dia suka merokok. Aku sendiri tidak tahu, kenapa dia suka merokok," kata Eva Herlina (30) kepada wartawan di rumah kontrakannya, di Kecamatan Kertapati, Palembang, Jumat (30/11/2012).
Bocah tersebut dilahirkan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, pada 4 September 2010. Saat ditemui di kontrakan, dia tengah tertidur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tidak dikasih rokok, dia sering ngamuk dan berteriak. Bahkan kursi plastik kecil dibantingnya," katanya.
Dalam sehari, dia merokok satu atau dua batang. Dan jenis rokoknya filter. Meskipun demikian, kata Eva, kondisi kesehatan anaknya sehat-sehat saja.
"Memang selama ini belum pernah diperiksa kesehatannya ke dokter," kata Eva.
Eva yang berstatus janda ini tinggal bersama kakak perempuan bersama adik-adiknya di rumah kontrakan berukuran sekitar 4x4 meter.
Yang terjadi pada bocah asal Palembang tersebut bukan kasus pertama. Sebelumnya, bocah berusia 8 tahun di Sukabumi diketahui suka merokok sejak usia 4 tahun. Di Timor Tengah Utara, NTT, seorang bocah berusia 4 tahun juga mempunyai kebiasaan serupa. (tw/trw)











































