SBY Menang, Koalisi Kebangsaan Tidak Bisa Katrol Mega
Senin, 20 Sep 2004 17:39 WIB
Jakarta - Boleh saja Koalisi Kebangsaan sebagai koalisi dari partai-partai besar. Namun, dalam pemilihan presiden (pilpres), koalisi itu tidak bisa mengatrol suara Mega-Hasyim. Dalam memilih presiden, masyarakat sudah tidak terkait dengan parpol. Pendapat ini disampaikan pengamat politik dari Soegeng Sarjadi Syndicated (SSS) Sukardi Rinakit saat berbincang-bincang dengan detikcom, Senin (20/9/2004) pukul 17.30 WIB. Menurut dia, berdasarkan pergerakan suara di Tabulasi Nasional Pemilu (TNP), tampaknya SBY memang menjadi pemenang. Namun, dia memprediksi selisih perolehan suara di antara SBY dan Mega tidak akan besar. "Saya perkirakan selisihnya antara 6 sampai 10 persen," kata dia. Dari hasil sementara ini, Sukardi berpendapat, pemilih tampak semakin otonom dalam memilih capres pilihannya. "Pemilik akan makin otonom dan peran partai dalam mempengaruhi pemilih makin melemah," kata dia. Dengan kemenangan SBY itu, menurut dia, bisa dikatakan Koalisi Kebangsaan kurang berhasil dalam menambah perolehan suara Megawati. "Bisa dikatakan koalisi itu kurang berhasil," ungkapnya. Padahal, koalisi ini merupakan gabungan partai-partai yang memiliki suara cukup besar saat pemilu legislatif lalu.
(asy/)











































