Ayah: Aini Jatuh 4 Kali, Bukan Disiksa Ibu Tiri

Ayah: Aini Jatuh 4 Kali, Bukan Disiksa Ibu Tiri

Rachmadin Ismail - detikNews
Jumat, 30 Nov 2012 14:12 WIB
Ayah: Aini Jatuh 4 Kali, Bukan Disiksa Ibu Tiri
Aini dan Nurlena (foto dok. Nahnu)
Jakarta - Aini Junistisia (4) pernah jatuh empat kali selama sebulan terakhir hingga lebam-lebam dan koma. Karena itu, sang ayah yakin bukan ibu tirinya, Nurlena, yang menghilangkan nyawa Aini.

"4 Kali jatuh, dua kali di tempat usaha saya, dan saya tahu ada saksi juga," kata Nahnu Adi Saputra, ayahanda Aini, saat berbincang dengan detikcom, Jumat (30/11/2012).
 
Saat jatuh di tempat usahanya, Aini mengalami luka lebam dengan dagu yang bengkak serta kepala lecet. Setelah itu, Aini juga sempat terjatuh dua kali di rumah mereka.

"Jadi dalam sebulan, jatuh empat kali. Jatuh yang terakhir itu sampai koma dan dibawa ke rumah sakit," terangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nahnu pun menunjukkan foto-foto saat Aini jatuh pertama itu kali sekitar 17 November 2012. Saat itu, wajah Aini memang lebam, namun dia terlihat akrab dengan ibu tirinya, Nurlena.

"Nurlena sayang sekali sama Aini. Saya nggak percaya dia mukulin anak saya. Dia juga yang nungguin Aini di rumah sakit, sebelum ibu kandungnya datang dan melapor ke polisi," jelasnya.

Nahnu yang memiliki usaha warnet di Ciputat ini mengaku sedih karena kehilangan bungsunya. Namun dia juga lebih sedih karena istrinya dituduh menyiksa sang anak atas laporan ibu kandung.

Sebelumnya, penganiayaan terhadap Aini terungkap berkat laporan ibu kandung bocah itu, Eka Agus Diana. Saat itu Eka menjenguk Aini di RS Fatmawati dan melihat luka-luka di tubuh Aini merasa curiga dan melaporkan dugaan penganiayaan ke Polres Jakarta Selatan.

Nurlena kini masih ditahan polisi. Statusnya sudah menjadi tersangka. Nurlena saat ditanya wartawan sudah mengaku memukul Aini karena anak tirinya tak mau makan dan nakal.



(mad/asy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini