Kabid Humas Polda Papua AKBP I Gede Sumerta menjelaskan, sesaat setelah penyerangan Mapolsek Pirime, Selasa (27/11/2012) lalu, polisi menyisir lokasi sekitar dan menemukan seseorang yang mencurigakan. Ketika hendak ditangkap, dia melawan dengan parang.
"Petugas terpaksa melumpuhkan orang berinisial YW berusia 40 tahun itu. Ditembak kaki kirinya," kata Sumerta kepada detikcom, Jumat (30/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah menangkap YW, polisi terus mengejar pelaku penyerangan Mapolsek. Di kawasan Muara Game, polisi menemukan 6 orang yang mencurigakan dan menangkapnya, Kamis (29/11/2012). Di tempat tersebut, petugas menemukan bendera Bintang Kejora, bendera AS, bendera Inggris, 999 KTA OPM, buku harian OPM, dan parang.
"Sekarang masih diperiksa, apakah mereka terlibat dalam penyerangan Mapolsek atau tidak," ungkap Sumerta.
Penyerangan Mapolsek Pirime, Kabupaten Lanny Jaya, terjadi sekitar 06.00 WITA, Selasa (27/11) lalu. Kelompok tak dikenal mengeksekusi mati tiga polisi yang sedang bertugas, yakni Kapolsek Ipda Rolfi Takubesi dan dua anggotanya, yakni Brigadir Jefrey Rumkoren dan Briptu Daniel Makuker. Selain itu, pelaku membawa kabur 3 senjata api.
(trw/lh)











































