Isu Bom Mobil Juga Warnai Coblosan di Semarang
Senin, 20 Sep 2004 15:20 WIB
Semarang - Meski pada akhirnya tidak terbukti kebenarannya, isu bom tetap menimbulkan kecemasan. Apalagi jika isu tersebut beredar saat coblosan. Hal itulah yang sempat terjadi di Semarang. Polisi pun dibuat kalang kabut.Isu bom itu berawal dari SMS yang diterima salah satu anggota KPPS di TPS 27 Tanah Mas, Semarang Utara Hendri, Senin (20/09/2004), pada pukul 09.07 WIB. Isinya "Wanted: Suzuki Katana Merah nopol D 183 KH membawa BOM sasaran gereja, mall, T. keramaian. Bila melihat sgr lapor Polisi. Tlg sebarluaskan."Begitu mendapat SMS dari temannya, Subiyanto asal Kudus itu, Hendri langsung mem-forward kepada dua temannya. Ia juga menunjukkan isi SMS kepada petugas kepolisian yang berjaga di TPS-nya. Petugas kepolisian itu pun segera mengontak atasannya."Atasan saya juga langsung mengontak seluruh jajarannya. Dia juga menghubungi Hendri secara langsung untuk menanyakan asal muasal SMS itu," kata petugas kepolisian Aipda Yacob kepada detikcom di lokasi kejadian.Jajaran kepolisian, kata dia, langsung melakukan penyisiran ke penjuru kota. Para personel diinstruksikan mencegat mobil Katana bernopol sebagaimana isi SMS. Bahkan, di radio panggil sempat terdengar kesibukan aparat dalam menelusuri keberadaan mobl itu.Hendri mengaku mendapatkan SMS itu dari seorang temannya bernama Subiyanto. "Katanya dia dapat SMS itu dari salah satu anggota Polres Kudus. Tapi ia tak bisa menyebutkan nama anggota polisi itu," katanya di sela-sela kerja di TPS.Hingga sekarang, aparat kepolisian belum bisa mengidentifikasi orang yang mengaku anggota Polres Kudus tersebut. Mereka masih terus melakukan pemantauan ke sudut kota untuk memastikan ketidakbenaran isu mobil pembawa bom itu.Untunglah, isu tersebut tak sempat mengganggu aktifitas coblosan di Semarang. Berdasar pantauan detikcom, coblosan berjalan normal. Masyarakat pergi ke TPS mulai pukul 07.00 WIB dan tak terlihat adanya antrian.
(asy/)











































