lirik lagu di atas cukup mewakili kerinduan akan taman kota di Jakarta. Taman kota yang sejatinya diperuntukkan untuk ruang publik masyarakat Kota Jakarta kini terkesan tidak terawat, penuh dengan coretan vandalisme dan kadangkala hilang berganti dengan bangunan dan perumahan.
Taman kota bisa jadi sebagai alternatif hiburan warga Jakarta setelah bosan berjalan di mall, bosan berkendara dengan kendaraan bermotornya, atau sekedar ingin duduk di bawah sebuah pohon yang rindang sambil bercakap-cakap dengan sahabat dan keluarga. Banyak taman kota yang terkenal di Jakarta tetapi juga banyak taman-taman kecil yang kadangkala terlupakan dan terbengkalai.
Detikcom, Kamis (29/11), mencoba melihat salah satu taman kota di Jalan Pekalongan, Jakarta Pusat. Rumput taman ini terlihat gundul dengan tanah terlihat berwarna merah dan bebeberapa jenis pohon tumbuh di sana mengitari taman itu.
Sempat terlihat gundukan kecil sampah plastik yang berada di pojokan taman. Terlihat beberapa pengemudi yang memarkirkan mobilnya dan sembari tidur siang. Taman ini biasa disebut taman Gajah karena ada patung Gajah kecil berwarna putih yang berdiri di sana.
Tidak jauh dari taman itu, tepatnya di Jalan Panarukan, Jakarta Pusat, juga terdapat taman yang luasnya hampir sama dengan taman Gajah. Hanya saja, di taman ini berdiri taman bermain untuk anak-anak dan pepohonannya jauh lebih rindang. Kondisinya terlihat bersih dan ada beberapa bangku taman permanen yang dipasang di sana.
Sementara itu di Taman Lawang, Jakarta Pusat, juga terdapat sebuah taman kecil. Sebuah mobil bak sampah terpakir tidak jauh dari sana. Namun kondisinya agak berbeda dengan jalur taman di pinggir kali Ciliwung atau Bajir Kanal Barat (BKB) dan rel kereta api ke arah Stasiun Senen. Terlihat berapa tenda non permanen yang dipakai beberapa orang untuk duduk dak berjualan.
Jalur setapak dipinggiran rel kereta api itu juga kerap dijadikan warga sekitar sebagai tempat pelepas lelah. "Mereka sudah setiap hari di sana berjualan kopi. Ada juga yang dipakai untuk tidur," ujar Hayat (28) yang sehari-hari berjualan kopi keliling di sekitar wilayah itu.
Berbeda di wilayah Jakarta Pusat, tepatnya di sebuah taman di depan Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, taman di wilayah ini terlihat kotor. Jika menuju ke wilayah itu, terdapat dua buah taman. Taman pertama berada di tikungan pertama menuju Stasiun Manggarai. Di Taman yang luasnya sekitar 6 meter persergi ini, terdapat beberapa pohon dengan sampah yang berkumpul disekitarnya.
Yang menggelikan adalah taman ini dijadikan beberapa warga untuk meletakkan hewan ternaknya seperti ayam. Juga di sisi-sisi pagar taman dijadikan tempat menjemur pakaian.
Hal yang sama juga terlihat di Taman Manggarai. Taman ini terletak di belakang pos polisi Manggarai. Di taman ini terdapat lapangan basket yang juga bisa beralih fungsi sebagai lapangan futsal. Detikcom melihat di taman itu dijadikan sebagai tempat memasak dan mencuci oleh beberapa warga. Dahan-dahan pohon yang berada di taman itu dijadikan sebagai tempat ayunan untuk bayi kecil.
"Kita sudah lama di sini dan kita biasa menghabiskan hari di sini," kata seorang warga di sana.
Namun pria yang enggan disebutkan namanya itu menolak berkomentar lebih jauh. "Itu sajalah mas. Saya tidak ingin diwawancara," terangnya.
Ibu Rosmawati yang berjualan di sekitar Taman itu menambahkan, bahwa beberapa pemulung memang menjadikan taman tersebut sebagai tempat beristirahat pada siang dan malam hari. Namun Keberadaan pemulung itu dinilai tidak terlalu mengganggu warga sekitar karena sudah dikenal.
"Kalau tidak ada kerjaan mereka semua tidur di sana tau duduk-duduk saja bersama anak-anaknya," kata Rosmawati. Rosmawati menambahkan, setiap sore anak-anak di sekitar Manggarai menggunakan taman itu untuk bermain bola. "Kalau setiap sore di sini ramai mas," ucapnya.
(tfq/ndr)











































