"Penyebutan nama Mas Ibas oleh Nazaruddin dalam sidang Angie adalah fitnah dan upaya pembusukan serta upaya menyeret-nyeret nama Mas Ibas dalam persoalan yang menerpa dirinya," tegas Nurpati kepada detikcom, Jumat (30/11/2012).
Nurpati juga mengimbau kepada Nazaruddin untuk tidak sembarangan menuding orang lain. Dia berharap mantan Bendahara Umum PD tersebut tak terus menebar fitnah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nazaruddin menyebut Angelina Sondakh menyetor uang yang didapatnya dari proyek universitas ke kas partai. Menurut Nazar, hal tersebut juga dilaporkannya ke Edi Baskoro 'Ibas' Yudhoyono yang menjabat sebagai sekjen partai.
Nazaruddin menjelaskan, pada 2010 dia diminta Anas untuk membuat 1 juta kalender. Biaya yang dibutuhkan Rp 2 miliar hingga Rp 2,5 miliar. Nazaruddin mengaku diminta Anas untuk menagih uang dari Angelina, Mirwan Amir, dan Ketua Komisi IV DPR saat itu.
"Kalender diperintahkan Mas Anas untuk dibagikan ke masyarakat. Dana Rp 2,5 miliar, minta dari Angie, Mirwan Amir, Ketua Komisi IV. Saya bilang, Mas Anas konfirmasi dulu," ujar Nazaruddin dalam kesaksiannya di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Jaksel, Kamis (29/11/2012).
Dan Nazar pun mengakui bahwa dirinya yang kala itu menjadi bendahara umum partai, melaporkan pemasukan kepada Anas dan Ibas, selaku Ketum dan Sekjen Partai. Termasuk uang untuk pembuatan kalender. Namun Ketua Umum PD Anas Urbaningrum telah menjawab bahwa tudingan Nazaruddin bohong.
(van/nrl)











































