Ini Pidato Menlu Marty Mendukung Palestina di PBB

Ini Pidato Menlu Marty Mendukung Palestina di PBB

- detikNews
Jumat, 30 Nov 2012 08:17 WIB
Ini Pidato Menlu Marty Mendukung Palestina di PBB
Foto: detikfoto
Jakarta - Sidang Umum PBB telah mengakui status Palestina sebagai negara. Indonesia adalah salah satu negara yang sejak awal mendukung pengakuan Palestina, bahkan mendorong Palestina diakui sebagai anggota penuh PBB.

"Telah tiba waktunya bagi masyarakat internasional untuk membuat keputusan yang benar. Dunia tidak lagi bisa menutup mata terhadap penderitaan panjang Palestina, pengingkaran terhadap hak-hak dasar manusia dan kebebasan dasar, obstruksi hak-hak mereka untuk menentukan nasib sendiri dan kemerdekaan," kata Menlu Marty M Natalegawa, dalam pidatonya di Sidang Umum PBB di New York, seperti siaran pers yang diterima detikcom, Jumat (30/10/2012).

Marty menegaskan, dunia tidak lagi bisa menyangkal Palestina terus berupaya sungguh-sungguh membangun kapasitas untuk menjalankan sebuah negara. Dia menuturkan, tak ada alasan dunia internasional tak mengakui status Palestina sebagai negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami percaya bahwa negara Palestina yang merdeka dengan hak yang sama dan, memang, tanggung jawab yang sama dengan yang dari Negara lain, akan memberikan kontribusi pada pencapaian suatu perdamaian yang abadi dan komprehensif di Timur Tengah," katanya.

Dalam pidatonya Marty juga menyoroti penyerangan yang dilakukan Israel di Jalur Gaza. Untuk menciptakan kondisi yang kondusif untuk proses tersebut, Indonesia memberikan sejumlah usulan.

"Mengakhiri kegiatan pemukiman ilegal, mengangkat blokade Gaza, dan mengakhiri kebijakan yang tidak manusiawi. Kebutuhan juga, untuk Palestina meningkatkan dialog antar-Palestina," saran Marty.

Marty juga menegaskan Indonesia menekankan perlunya saling menghormati antara bangsa-bangsa. Indonesia, ditegaskan Marty, menempatkan kepercayaan dalam prinsip universalitas keanggotaan PBB.

"Dan kita mulai memperbaiki ketidakadilan yang berdarah. Dan menegaskan bahwa semua manusia, termasuk rakyat Palestina yang lama menderita, yang harus dihormati hak asasinya dan kebebasan yang fundamental," tegasnya.

(van/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads