Gus Dur: Golput 60 Persen
Senin, 20 Sep 2004 13:09 WIB
Jakarta - Kelompok yang tidak memilih (golput) diperkirakan akan naik dalam Pemilu Presiden putaran kedua. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memperkirakan jumlahnya akan mencapai 60 persen. Perkiraan Gus Dur disampaikan saat ditemui wartawan di kantor PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta, Senin (20/9/2004). Gus Dur mengaku kembali menjadi golput dalam Pilpres kedua ini, sama dengan Pilpres pertama. Mantan Presiden itu tidak mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mencoblos. Istri Gus Dur, Sinta Nuriyah juga Golput tapi dengan cara mencoblos kedua capres. Golput meroket, kata Gus Dur karena tiga alasan. Pertama, karena masyarakat bosan dengan kebijakan KPU. Kedua, kedua capres yang maju kurang memperhatikan kepentingan rakyat. Dan ketiga, kedua capres tidak mempunyai program yang kongkret. Gus Dur memprediksi KPU tidak akan mengakui jumlah Golput naik tajam. "KPU tidak akan mengakui bahawa Penilu ini gagal. Paling KPU akan menyatakan bahwa Golput hanya 20 persen. Sisanya kertas rusak parah. Bila itu terjadi maka hasil pemilu tak legitimate," kata Gus Dur. Mantan Presiden itu menyatakan tak pernah mengarahkan keluarganya ataupun orang lain agar mengikuti tindakannya menjadi Golput. Mengenai sikap anak-anaknya seperti Zanuba "Yenny" Arifah Chafsoh yang pernah mengikuti kampanye SBY apakah Golput, Gus Dur mengaku tak tahu. "Ya tanya saja pada mereka. Kalau saya sendiri tak pernah mengajak untuk Golput," kata Gus Dur.
(iy/)











































