Presidentail Treshold (PT) yang berlaku di Pemilu 2009 sebesar 25 persen suara Pileg atau 20 persen kursi di DPR dinilai cukup berat. Tak hanya capres dari partai kecil tapi juga peluang capres alternatif ke Pilpres 2014 cukup berat.
"Kita ingikan agar figur terbaik yang dilirik oleh masyarakat seperti dalam survei kemarin, seperti Mahfud MD, Jusuf Kalla, Sri Muyani dapat berkesempatan pada Pilpres yang akan datang. Oleh karena itu jangan buat persyaratan capres sulit, itulah mengapa perlu PT itu dikurangkan dari 20 persen agar memberi kesempatan kepada calon lain baik dari partai atau luar partai untuk maju," kata anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Martin Hutabarat, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/11/2012).
Menurutnya, jika mengikut aturan PT pada Pilpres 2009 dimana partai harus memenuhi 20 persen kursi di DPR, maka paling banyak hanya akan ada tiga calon yang maju. Sedangkan di Pemilu 2004, saat PT yang diberlakukan 15 persen sehingga ada lima pasangan capres yang maju.
"Kemarin Pilgub DKI kan Jokowi-Ahok ternyata orang benar memilihnya. Kalau pencalonan di Jakarta 20 persen nggak mungkin Jokowi-Ahok bisa jadi calon gubernur. Tapi karena hanya 15 persen maka ada 6 calon salah satunya Jokowi-Ahok, karena PDIP dan Gerindra bisa masuk," kata Martin.
"Itu artinya memberi kesempatan kepada calon yang lain, dan ternyata Jokowi terpilih," tegasnya.
Ia menuturkan begitu juga halnya dalam Pilpres 2014. Kalau PT-nya 20 persen maka tidak akan ada kesempatan bagi partai untuk mengusung calon alternatif yang dinilai baik. Hasil survei LSI kemarin menunjukkan bahwa calon yang terpilih adalah alternatif (non-partai).
"Saya katakan itu agar lebih banyak calon yang bisa maju, bukan karena kepentingan kita, tetapi akal sehat kita mengatakan tahun 2004 ternyata bisa hasilkan SBY, itu hanya didukung partai kecil. Kemudian tahun 2009 PT 20 persen ada 3 calon, tidak ada peluang kepada yang lain," ujarnya.
"Gerindra bersikap mempertimbangakan rakyat menginginkankan perubahan, dan jangan ditutup dengan PT yang sangat sulit (20 persen). Kasih lebih longgar sedikit supaya bisa memberi kesempatan calon yang lain," imbuhnya.
(bal/van)











































