166 Napi GAM Nyoblos di Lapas Kelas II A, Banda Aceh
Senin, 20 Sep 2004 11:30 WIB
Banda Aceh - Sebanyak 166 narapidana kasus makar atau kerap disebut napi GAM, nyoblos bersama 188 napi lainnya di Lapas Kelas IIA, Banda Aceh, Senin (20/9/2004). "Mereka tetap punya hak pilih," ujar Kalapas Kelas IIA Banda Aceh, Priyono pada wartawan.TPS khusus yang berada di halaman tengah Lapas tersebut juga menjadi tempat pencoblosan 86 tahanan. Tampak di halaman para napi bersiap-siap memberikan suaranya.Di antara mereka, terlihat mantan ketua juru runding GAM, Sofyan Ibrahim Tiba, begitu juga dengan mantan Walikota Banda Aceh, Zulkarnain yag kini menjadi terdakwa kasus korupsi.Sedangkan, enam anggota dewan terpilih yang terlibat kasus korupsi Rp 5,6 miliar tidak lagi berada di Lapas sejak menjadi tahanan kota pada awal akhir bulan lalu. Banda Aceh LengangSementara itu, pemilu presiden putaran dua terasa lengang di ibukota Provinsi NAD, Banda Aceh. Tak hanya di kota, sejumlah TPS juga terlihat sepi pemilih. Hanya terlihat satu dua pemilih. Sementara, TNI dan polisi, terlihat melakukan patroli dengan mobil dan truk di sejumlah kawasan.Satu unit truk Brimob beserta satu mobil penjinak bom terlihat parkir di depan Mesjid Raya Baiturrahman, bersiaga sejak malam tadi. Tapi sejauh ini, baik dari Banda Aceh ataupun dari beberapa wilayah di Aceh lainnya, belum terdengar kabar adanya ganguan pemilu.Pada pemilu kali ini, pemilih di Aceh mencapai 2,5 juta pemilih yang tersebar di 11 ribu TPS. Sedangkan penjagaan TPS dilakukan oleh Linmas yang dibantu oleh sekitar 25 ribu personel TNI/Polri.
(nrl/)











































