KRL Jakarta-Bogor Belum Normal, Penumpang Hanya Boleh Beli 1 Tiket

KRL Jakarta-Bogor Belum Normal, Penumpang Hanya Boleh Beli 1 Tiket

Mega Putra Ratya - detikNews
Kamis, 29 Nov 2012 18:13 WIB
KRL Jakarta-Bogor Belum Normal, Penumpang Hanya Boleh Beli 1 Tiket
Uji Coba KRL / Rafik (detikcom)
Jakarta - Meski sudah beroperasi, perjalanan kereta dari Bogor-Jakarta dan sebaliknya masih belum bisa berjalan normal pasca longsor di Cilebut. PT KAI (Persero) dan PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) akan membatasi penjualan tiket KRL di Stasiun Bogor dan Stasiun Cilebut.

"Dengan keberangkatan KRL yang terbatas maka penjualan tiket dibatasi sesuai dengan kapasitas KA yang tersedia. Tiap satu orang hanya dapat membeli 1 tiket," ujar Corporate Communication PT KCJ Gini Aristi Hardono dalam siaran pers, Kamis (29/11/2012).

Gini mengatakan saat ini hanya tersedia 12 perjalanan pagi hari dan 12 perjalanan sore hari. Sementara baru satu jalur rel yang dapat dioperasikan sehingga KRL melintas bergantian dengan kecepatan maksimum 5 Km/Jam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penumpang diimbau untuk tidak memaksakan diri melakukan perjalanan dengan KRL karena keterbatasan kapasitas angkut. Bagi penumpang yang tidak mendapatkan tiket agar mengunakan moda transportasi lain," paparnya.

PT KAI (Persero) dan PT KAI Commuter Jabodetabek tidak menyediakan moda transportasi gratis untuk mengangkut calon penumpang yang tidak mendapatkan tiket. Jadwal dan jumlah perjalanan KRL masih dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu sesuai dengan evaluasi yang terus dilakukan.

"PT KAI (Persero) dan PT KAI Commuter Jabodetabek mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya bagi seluruh pengguna jasa KRL karena kenyamanan perjalanan terganggu akibat perbaikan rel yang terkena dampak peristiwa alam longsor pada Rabu, 21 November 2012," ungkapnya.

Berikut adalah jumlah tiket yang akan dijual:

Stasiun Bogor:

Commuter Line : 9000 tiket
Ekonomi : 3400 tiket

Stasiun Cilebut:

Commuter Line : 4000 tiket
Ekonomi : 1400 tiket

(ega/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini