Panwas Khawatirkan Gejolak Tragedi Nasional Pasca Pilpres II
Senin, 20 Sep 2004 10:53 WIB
Jakarta -
Pasca Pilpres putaran dua, satu kandidat menang. Lalu kandidat yang kalah ke Mahkamah Konstitusi (MK). Jika ternyata berhasil, maka yang kalah jadi menang. Situasi bisa bergejolak."Yang saya khawatirkan, andaikan kecurangan terjadi, dan hasil tipis antara Mega dan SBY, ini sangat rawan."Demikian disampaikan Ketua Panwas Pemilu Komaruddin Hidayat sebelum kunjungan kerja pejabat negara ke Lampung, Sumbar, dan Bangka Belitung di Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, Senin (20/9/2004)."Bayangkan, sementara salah satu dinyatakan unggul, kemudian yang lainnya maju ke MK dengan membawa data-data kecurangan, dan ternyata betul curang, yang kita persepsikan unggul ternyata dikalahkan. Ini bisa menimbulkan suatu gejolak tragedi nasional," tuturnya.Komar juga khawatir proses penghitungan suara dari TPS sampai tingkat kelurahan dan kecamatan nanti, ternyata data rekap kecamatan yang masuk ke komputer berbeda dengan TPS."Ini juga rawan. Jadi saya harapkan dari semua pihak kedua saksi, pemantau dan Panwas betul-betul memegang data di TPS secara terbuka," pintanya.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































