Pilpres Curang Mulai Dari SMS, Serangan Fajar, Hingga Pejabat
Senin, 20 Sep 2004 10:44 WIB
Jakarta - Informasi kecurangan dalam Pilpres putaran dua terus terdengar di telinga Panwas Pemilu. Uniknya, info diterima melalui SMS. Isinya soal serangan sore atau fajar dan pejabat yang menyalahi wewenang."Kemarin saya terima SMS dari berbagai daerah. Isinya ada beberapa serangan sore atau fajar. Mereka membagi-bagikan uang, sembako di berbagai tempat."Demikian kata Ketua Panwas Pemilu Komaruddin Hidayat sebelum kunjungan kerja pejabat negara ke Lampung, Sumbar, dan Bangka Belitung di Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, Senin (20/9/2004)."Lagi-lagi ini informasi yang masih harus ditemkan buktinya. Pada malam hari (kemarin), juga ada beberapa pejabat yang mengumpulkan staf dan anak buahnya. Juga ada informasi yang beredar, surat-surat suara palsu juga beredar," ungkapnya.Siapa nama pejabatnya? desak wartawan. "Nanti. Kami belum bisa ungkap pejabat yang pro-siapa, dimana, nanti informasi dikumpulkan dulu, yang jelas itu penyalahgunaan wewenang," tukas Komar.Ditegaskan dia, semua itu masih sebatas informasi awal yang perlu bukti-bukti. Panwas belum bisa mengatakan itu terjadi, karena bukti belum ada."Tapi itu informasi awal, dan memperkuat kekhawatiran, memang Pemilu kali ini minus bom dan kita angkat jempol pasti aman dan damai. Tapi soal kecurangan, ternyata masih belum bisa dieliminasi," sesal Komar.Kecurangan dari pihak mana? tanya wartawan. "Di dua pihak. Tapi volume dan frekuensinya berbeda-beda. Tapi lagi-lagi saya katakan, belum bisa saya katakan. Kami akan tunggu laporannya. Tapi persoalannya, ada beberapa (saksi) yang takut dan diteror," katanya.Sedangkan mengenai adanya kecurangan di Pasuruan Jatim, soal surat suara yang sudah tercoblos dan sudah direkap, menurut Komar, sedang dikumpulkan informasi. "Karena memang beredar isu yang saling menjatuhkan antarkedua pihak," ujarnya.
(sss/)











































