Acara yang bertajuk 'Pagelaran Seni Menafsir Munir, Melawan Lupa' bertujuan untuk menagih janji pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menguak kasus Munir. Acara tersebut dilaksanakan di Kota Batu karena Munir sendiri merupakan putra daerah.
"Kegiatan ini seperti debt collector kultural. Ini pemerintahan SBY masih utang, jadi kita tagih," kata Penyelenggara acara Butet Kartaredjasa, saat jumpa pers di Kantor Change.org, Jl Cokroaminoto, Jakarta, Kamis (29/11/2012).
Dalam acara tersebut, para seniman akan memamerkan 48 karya lukisan bergambar Munir. Selain itu, acara itu akan melibatkan 5.000 siswa SD yang akan menggambar wajah Munir. 5.000 Hasil karya lukisan anak SD itu akan dipajang di pusat kota Batu, Malang.
Menanggapi rencana pembangunan monumen dan penamaan nama Munir, Walikota Batu Eddy Rumpoko menyambut dengan gembira. Tetapi pihaknya belum bisa memastikan kapan monumen pejuang HAM tersebut dilaksanakan pembangunannya.
"Saya melihat gagasan tokoh-tokoh nasional dan menyambutnya dengan gembira. Munir sendiri juga merupakan putra daerah dari kota Batu yang sudah berbuat untuk bangsanya," terang Eddy dalam kesempatan yang sama.
(rvk/asy)











































