SBY: Aksi R Hartono Tak Etis
Senin, 20 Sep 2004 10:29 WIB
Jakarta - Capres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai tindakan Ketua Umum PKPB R Hartono yang menyebut SBY telah beristri saat masih menjadi taruna sebagai aksi politik yang tidak etis. Tindakan itu, katanya, merupakan pelanggaran Pemilu."Tentunya aksi politis demikian sangat tidak etis dilakukan pada masa tenang terlebih pelakunya adalah seorang tokoh yang seharusnya dapat menjadi panutan," kata SBY usai memberikan suara di TPS 05, Puri Cikeas Indah, Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Senin (20/9/2004). SBY mengaku menerima sejumlah laporan dari tim suksesnya ada indikasi tindak kecurangan selama masa tenang. Kecurangan itu, katanya kemungkinan juga akan terjadi pada saat penghitungan suara.Dua hari menjelang coblosan Sabtu (18/9/2004) lalu, R Hartono dalam jumpa pers di rumahnya meminta SBY mengklarifikasi kabar telah beristri dan memiliki anak sebelum dan saat mengikuti pendidikan Akabri.Dari kabar yang diterima Hartono, SBY telah memiliki anak perempuan berusia 35 tahun dan seorang laki-laki yag berusia 33 tahun dari istrinya yang berasal dari Filipina, sebelum dengan Kristiani.Dengan usia tersebut, Hartono mengasumsikan, jika benar terjadi pernikahan SBY dengna wanita Filipina tersebut, maka hal itu dilakukan pada 1968. Padahal SBY lulus Akabri tahun 1973. Bahkan, dilihat dari usia anak lelakinya diperkirakan tahun 1971 atau saat SBY masih menjalani pendidikan Akabri."Ini kalau benar lho, tentu akan mengganggu dia (SBY). Sebab dalam keterangan untuk menjadi calon taruna, syarat utamanya adalah bujangan. Kalau kabar itu benar, SBY berarti telah berbohong kepada institusi," kata Hartono waktu itu. Hartono pada kesempatan itu menyangkal apa yang dikatakannya sebagai kampanye hitam bagi SBY.
(iy/)











































