Disebut Kecipratan Duit Korupsi ESDM, Ini Tanggapan Achmad Farial

- detikNews
Kamis, 29 Nov 2012 16:32 WIB
Jakarta - Jaksa penuntut umum menyebut sejumlah nama di Komisi VII DPR yang terkait korupsi pengadaan Solar Home System di Kementerian ESDM. Salah satunya adalah Wakil Ketua Komisi VII Achmad Farial. Apa tanggapannya?

Politisi PPP itu mengirim surat berkop DPR ke detikcom sebagai jawaban atas tudingan JPU. Dia membantah terkait proyek tersebut dan tak mau namanya dikait-kaitkan dengan terdakwa Kosasih Abas.

"Saya berharap, nama saya jangan ditarik-tarik atau dikait-kaitkan dalam kasus korupsi proyek SHS, karena saya tidak punya kaitan atau hubungan dengan kasus tersebut," ujar Achmad, Kamis (29/11/2012).

Menurut Achmad, harus dipisahkan antara pembahasan RUU Ketenagalistrikan pada tahun 2007 dan proyek pengadaan SHS. Untuk pembahasan RUU, DPR punya anggaran sendiri sehingga tak perlu meminta tambahan dari instansi lain.

Selain itu, dia juga mengaku tak pernah bertemu denga terdakwa Kosasih Abas. Termasuk ketika disebut menerima uang dari terdakwa.

"Saya tegaskan, saya tidak tahu sama sekali kasus itu dan saya tidak pernah menerima uang sepeser pun dari proyek SHS lewat orang-orang itu. Saya hanya korban, nama saya dicatut, karena dari pengakuan Izrom di persidangan, dia pun bilang tidak pernah bertemu saya," jelasnya.

"Dia tidak pernah kontak saya dan saya tidak pernah kotak dia," sambungnya.

Sebelumnya, jaksa KPK Ali Fikri deretan nama-nama anggota DPR yang kecipratan duit dari proyek SHS ESDM.

"Sony Keraf, Rafiudin, Sutan Bhatoegana, Achmad Farial, Wati Amir," ucap jaksa dengan tegas. Jaksa menyatakan para nama anggota dewan ini disebut menerima uang dalam rentang Rp 25-50 juta.

(mad/ndr)