Pengamat: Golput Tak Kurangi Kualitas Pilpres

Pengamat: Golput Tak Kurangi Kualitas Pilpres

- detikNews
Senin, 20 Sep 2004 09:02 WIB
Jakarta - Jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya alias golput pada pemilu presiden (pilpres) putaran kedua diperkirakan meningkat dibandingkan pada putaran pertama. Namun, hal itu tidak akan mengurangi kualitas pemilu. Demikian dikatakan Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI) Maswadi Rauf dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (20/9/2004). "Berapapun besarnya golput, pemilu tetap sah serta suara tetap dapat dihitung. Golput tidak menentukan kualitas pemilu," ujarnya. Dikatakan Maswadi, golput tidak dapat dihindari karena orang tidak dapat memaksa orang lain untuk memilih. Namun, status golput justru merugikan mereka sendiri karena tidak ikut menentukan pemimpin bangsa. "Mereka rugi karena presiden ditentukan orang lain," katanya. Sementara, Pengamat Politik CSIS Indra J Piliang mengatakan munculnya pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya bukan golput yang ideologis. Artinya, mereka tidak memperjuangkan kepentingan tertentu. "Kecenderungan golput naik, mungkin karena faktor kesengajaan karena tidak ada sanksi bagi mereka yang tidak menggunakan hak pilihya. Mereka berpikir meski tidak menggunakan hak pilihnya toh pemilu sudah sah," jelasnya. Selain itu, lanjut Indra, kemungkinan bertambahnya jumlah golput karena kurangnya sosialisasi pemilu. "Antusiasme publik selama kampanye (penajaman visi, misi dan program kerja capres) juga berkurang (dibanding pilpres putaran pertama)," katanya. (rif/)


Berita Terkait