Jelang Pilpres, Tim Mega-Hasyim Temukan Kecurangan di Jatim

Jelang Pilpres, Tim Mega-Hasyim Temukan Kecurangan di Jatim

- detikNews
Senin, 20 Sep 2004 01:16 WIB
Surabaya - Kubu Mega-Hasyim menemukan adanya kecurangan menjelang pemilu presiden (pilpres) putaran kedua. Mereka mendapat laporan seseorang membagi-bagikan kartu nama bergambar capres tertentu. Hal itu diungkapkan Korwil Tim Kemenangan Mega-Hasyim (TKMH) Ali Muji kepada wartawan di Posko Koalisi Kebangsaan, Jl. Panglima Sudirman, Surabaya, Minggu (19/9/2004).Menurut Ali, laporan itu diterimanya dari Korwil TKMH Blitar Bambang Suhartono. Seseorang yang kemudian diketahui bernama Kusni tertangkap basah saat memberikan kartu nama bergambar capres tertentu kepada warga Desa Wringin Anom, Kecamatan Udan Awu, Blitar, pukul 22.00 WIB. Dia menjanjikan apabila capres itu terpilih, kartu tersebut dapat ditukar dengan uang senilai Rp 6000. Kusni yang sempat diahakimi massa, saat ini sudah diamankan di mapolsek setempat. "Namun saya belum bisa menghubungi mapolsek sampai sekarang," ujar Ali. Kecurangan lainnya yang disebut Ali sebagai bentuk intimidasi terhadap saksi terjadi di Sukomanunggal, Surabaya. Ali menerima laporan itu dari Sekretaris PDIP Ranting Sukomanunggal. Saat itu, beberapa saksi Mega-Hasyim yang sedang duduk-duduk didatangi seseorang pada pukul 19.00 WIB. Orang itu mengajak mabuk namun ditolak. Penolakan itu berbuntut perkelahian. Sementara, di Simo Gunung, Surabaya, kader PDIP mencurigai seseorang yang berkeliaran sambil membawa tas besar. Saat ditanya, orang bernama Basir itu justru marah dan mengancam. "Kamu nggak usah ikut ngurusi. Silakan pukul saya. Kamu bisa memukul saya disini tapi kalau kamu keluar akan ditembak karena backing saya jenderal," katanya seperti ditirukan saksi yang tidak ingin disebut namanya. (rif/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini