Jokowi Temui Demontran Buruh
|
(dok detikFoto/Ilustrasi)
|
"Tadi sudah ketemu dengan perwakilan buruh tapi belum ketemu hasilnya. Dicari dari sisi pengusaha dan serikat buruh. Kalau belum ketemu nanti akan ada pertemuan lagi, supaya bisa ketemuan hasilnya," ujar Jokowi, saat ditemui usai bertemu dengan parah buruh, di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (13/11) lalu.
Jokowi juga enggan menyebutkan angka yang siap diberikan oleh para pengusaha. Menurut mantan Wali Kota Solo ini, apabila disebutkan jumlah yang disiapkan oleh pengusaha, dikhawatirkan akan membuat suasana menjadi panas.
Pihak buruh sendiri menuntut UMP sebesar Rp 2,7 hingga Rp 2,8 juta. Sementara KHL (Kebutuhan Layak Minimum) sudah ditetapkan oleh Dewan Pengupahan Daerah DKI, buruh dan pengusaha bersama wagub sebesar Rp 1.978.789.
Jokowi akhirnya meneken penetapan UMP DKI Jakarta sebesar Rp 2,2 juta. Walaupun menuai kritik dari pengusaha, Jokowi berpendapat keputusan itu sudah adil.
Jokowi Temui Demonstran Organda
|
(dok DetikFoto)
|
Mantan Wali Kota Solo ini dielu-elukan oleh ratusan sopir angkutan umum yang berkumpul di depan kantornya itu.
Pantauan detikcom, Selasa (20/11), Jokowi keluar dari Balaikota dengan berjalan kaki.Β "Hidup Pak Jokowi, hidup Pak Jokowi!" teriak para sopir angkot itu saat Jokowi keluar dari Balai Kota.
Jokowi yang saat itu mengenakan seragam coklat, kemudian naik ke mobil komando berisi sound system yang digunakan para sopir untuk berdemonstrasi.
"Saya hanya ingin menyampaikan dua hal," kata Jokowi memulai pidatonya di hadapaan ratusan demonstan.
Jokowi mengatakan, Perda Nomor 03 Tahun 2012 yang ditolak oleh para sopir angkutan merupakan Perda yang dibuat pada masa yang lalu. "Setelah rekomendasi DPRD saya terima, detik itu saya akan buat Pergub untuk membebaskan, dengan catatan sudah ada rekomendasi dari Dewan. Sebentar lagi saya telepon Dewan agar rekomendasinya dipercepat," katanya.
Sedangkan masalah Raperda transportasi, Jokowi meminta agar para sopir angkutan untuk menyampaikan aspirasinya ke DPRD. Selain itu, Jokowi juga berjanji dirinya akan menyampaikan aspirasi ini ke DPRD dan Dinas terkait agar tetap ada semangat untuk melindungi masyarakat.
Namun, Jokowi juga meminta masyarakat nantinya untuk tetap mau patuh terhadap peraturan DPRD.
"Mau!" teriak para sopir angkot tersebut.
"Ya sudah rampung," kata Jokowi.
Jokowi kemudian turun dari mobil komando dan kembali masuk ke dalam Balai Kota.
Jokowi Temui Demonstran Warga Kampung Baru, Muara Angke
|
(dok detikFoto/Ilustrasi)
|
Pantauan detikcom, Kamis (1/11), 10 warga yang semuanya ibu-ibu ini mendatangi Balai Kota sekitar pukul 09.30 WIB. Jokowi yang hendak pergi rapat dengan Dinas PU pun sempat menemui warga-warga tersebut.
Salah satu warga yang bernama Susi mengatakan Dinas Perikanan DKI berencana menjadikan lokasi tersebut tempat pelelangan ikan. Otomatis, warga yang tinggal di daerah tersebut harus pindah dan mencari lokasi lain. Saat ini ada sekitar 200 kepala keluarga yang menempati lokasi tersebut. Mereka tinggal sejak 1998.
"Kami klarifikasi kalau kemarin kami bersikukuh tidak pindah, itu tidak betul," ungkap Susi.
Susi mengatakan bahwa Jokowi merespons baik keluhan mereka. Jokowi berjanji akan mengunjungi lokasi tempat tinggal mereka dalam waktu dekat.
"Alhamudulillah, Pak Jokowi akan mengunjungi tempat kami, dalam waktu dekat. Pak Jokowi akan datang ke lokasi kami di Kampung Baru, Muara Angke," tutur salah satu warga, Susi.
Jokowi Temui Demonstran Warga Cilincing
|
(dok detikFoto/Ilustrasi)
|
Jokowi pun memenuhi permintaan warga Kampung Sawah untuk datang menemui mereka pada hari itu juga pada sore harinya. Jokowi keluar dari rapat di Balai Kota, padahal rapat itu membahas proyek penting tentang Mass Rapid Transit (MRt). Tiba di lokasi, Jokowi pun langsung dielu-elukan warga.
Dalam kunjungan singkat itu, Jokowi meminta agar warga untuk tetap 'dingin' terkait rencana penggusuran pemukiman mereka yang akan diganti dengan rusun.
"Ini biar Bapak-bapak sama Ibu-ibu nggak usah 'panas'. Dikit-dikit 'panas'. Nanti jalan keluar akan saya jalankan dengan Pak Wali Kota. Soalnya banyak, seperti (warga) Tanah Merah, minta KTP. Sekarang tambah lagi di sini," ujar Jokowi di dekat masjid Nurul Hidayah, Kampung Sawah, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (28/11).
Jokowi tiba di lokasi sekitar pukul 18.15 WIB. Begitu tiba, ratusan warga Kampung Sawah langsung mengerubungi mantan Wali Kota Solo tersebut.
Jokowi mengatakan pihaknya juga akan membentuk RT dan RW di lokasi yang disengketakan di Kampung Sawah tersebut. Selain membentuk RT dan RW, Jokowi juga menjanjikan pemberian KTP dan Kartu Jakarta Sehat kepada warga Kampung Sawah. Namun demikian, Jokowi mengingatkan jika masalah warga di Kampung Sawah adalah masalah hukum.
Mendengar penjelasan dari orang nomor satu di DKI Jakarta tersebut, warga lalu bersorak 'hore'
Tak lama Jokowi berada di lokasi. Setelah sekitar 10 menit di sana, Jokowi langsung berpamitan kepada warga untuk meninggalkan lokasi. Namun lagi-lagi ratusan warga saling dorong untuk berebut foto dan bersalaman dengan Jokowi saat gubernur yang gemar blusukan itu hendak berjalan menuju mobilnya.
Halaman 2 dari 5











































