SMS Soal Bom di Jakarta Jelang Pilpres Tidak Benar

SMS Soal Bom di Jakarta Jelang Pilpres Tidak Benar

- detikNews
Minggu, 19 Sep 2004 18:53 WIB
Jakarta - SMS yang berisikan akan ada ledakan bom berseliweran sampai hari ini di Jakarta. Gubernur DKI Sutiyoso dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani menegaskan, isi SMS itu tidak benar dan hanya teror. Penegaskan gubernur dan kapolda disampaikan dalam jumpa pers di Hotel Sari Pan Pacific, Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (19/9/2004). SMS-SMS itu telah diterima oleh masyarakat di Jakarta sejak dua hari lalu. Menurut gubernur, SMS itu hanyalah untuk menggangu jalannya pilpres putaran kedua pada Senin (20/9/2004) besok. "Ini sebuah teror, seperti ancaman bom di hotel-hotel itu. SMS itu sama sekali tidak benar," kata gubernur. Gubernur menjelaskan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Polda Metro Jaya mengantisipasi hal ini. "Aparat sudah siap mengamankan pilpres di ibu kota," jelasnya. Sementara kapolda mengaku, pihaknya juga sudah mendapatka SMS itu sejak dua hari lalu. Pihaknya telah menyelidiki isi SMS itu dan ternyata memang tidak benar. Menurut dia, pengirim SMS itu hanya untuk mengacaukan Jakarta. Kapolda menjelaskan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan, dan ternyata tiga buah plat mobil yang dijelaskan dalam SMS itu fiktif. "Nomor itu tidak tercatat dalam register kepolisian," kata kapolda. Untuk diketahui, salah satu SMS mengenai bom ini ditulis dalam bahasa Inggris. Intinya, SMS itu berbunyi, "Polisi mencurigai tiga mobil pembawa bom yang sedang menuju Jakarta. Target peledakan bom adalah mal dan tempat-tempat ibadah nanti malam atau besok malam. Polisi telah memperketat penjagaan akses-akses ke Jakarta. Berikut nomor registrasi mobil-mobil yang dicurigai itu D 183 KH, D 1631 TH, dan D 4187 TH. Jauhi mal-mal dan pusat perbelanjaan". (asy/)


Berita Terkait